<p><strong>NUNUKAN</strong>, <em>borderterkini.com</em> – Sebanyak 23 dokter dan dokter gigi internsip resmi mulai bertugas di Kabupaten Nunukan sebagai bagian dari penguatan pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan.</p>



<p>Penerimaan peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) dan Program Internsip Dokter Gigi Indonesia (PIDGI) Angkatan I Tahun 2026 dilaksanakan di ruang pertemuan Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Nunukan, Senin (2/3).<br></p>



<p>Penempatan tersebut mengacu pada Keputusan Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Nomor HK.02.02/F/521/2026 tentang Peserta, Pendamping dan Wahana Program Internsip Dokter Indonesia Angkatan I Tahun 2026.</p>



<p>Kemudian, surat Nomor HK.02.02/F/452/2026 tentang Peserta, Pendamping dan Wahana Program Internsip Dokter Gigi Indonesia Angkatan I Tahun 2026.<br></p>



<p>Sebanyak 16 dokter internsip ditempatkan di tiga wahana, yakni RSUD Nunukan, Puskesmas Nunukan, dan Puskesmas Sedadap. </p>



<p>Program internsip dokter berlangsung selama satu tahun dan dibagi dalam dua stase masing-masing enam bulan.</p>



<p>Stase I dimulai 25 Februari 2026 hingga 14 Agustus 2026, sementara Stase II berlangsung 25 Agustus 2026 sampai 24 Februari 2027.</p>



<p>Dalam pelaksanaannya, para peserta menjalani rotasi antarwahana. Dokter yang bertugas di rumah sakit pada stase pertama akan melanjutkan penugasan di puskesmas pada stase berikutnya, begitu pula sebaliknya.</p>



<p>Skema ini bertujuan memberikan pengalaman pelayanan menyeluruh, baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun fasilitas rujukan.<br></p>



<p>Sementara itu, tujuh dokter gigi internsip ditempatkan di RSUD Nunukan dan Puskesmas Nunukan.</p>



<p>Program Internsip Dokter Gigi dilaksanakan selama enam bulan dalam dua stase masing-masing tiga bulan, dengan pola rotasi serupa guna memperkaya pengalaman klinis di layanan primer dan rujukan.<br></p>



<p>Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Nunukan menyampaikan bahwa kehadiran 23 tenaga internsip ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas layanan kesehatan daerah, khususnya di kawasan perbatasan.<br></p>



<p>&#8220;Kehadiran tenaga internsip ini tidak hanya membantu pelayanan di RSUD dan puskesmas, tetapi juga menjadi tahapan pembelajaran profesional sebelum para dokter dan dokter gigi memasuki praktik mandiri,” ujarnya.<br></p>



<p>Dinkes P2KB memastikan seluruh peserta mendapatkan pendampingan dari dokter pembimbing di masing-masing wahana serta pembinaan berkelanjutan sesuai pedoman nasional. </p>



<p>Dengan tambahan tenaga tersebut, akses dan mutu pelayanan kesehatan masyarakat Nunukan diharapkan semakin meningkat. (*)</p>
<div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">
 <a href="#" rel="nofollow" onclick="window.print(); return false;" title="Printer Friendly, PDF & Email">
 <img class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 170px;height: 24px;" />
 </a>
 </div>
This website uses cookies.