NUNUKAN, borderterkini.com – Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Kabupaten Nunukan menjadi momentum penting untuk memperkuat arah transformasi sistem kesehatan nasional.
Bertempat di halaman Kantor Gabungan Dinas (Gadis Dua), Rabu (12/11), Asisten Pemerintahan dan Kesra, Muhammad Amin, SH, mewakili Bupati Nunukan membacakan sambutan Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada apel gabungan yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan.
Tahun ini, HKN mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, yang menjadi seruan nasional untuk menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam arahannya, Menteri Kesehatan menekankan bahwa Indonesia saat ini memiliki sekitar 84 juta anak yang akan memasuki usia produktif pada tahun 2045.
“Kita hanya memiliki dua dekade untuk memastikan mereka tumbuh sebagai generasi yang sehat dan kuat. Kualitas kesehatan hari ini menentukan peradaban bangsa di masa depan,” tegasnya.
Menkes menyampaikan bahwa selama empat tahun terakhir, Kementerian Kesehatan terus mendorong transformasi sistem kesehatan nasional, mengubah orientasi pelayanan dari pengobatan menjadi pencegahan dan pemeliharaan kesehatan masyarakat.
Transformasi ini diwujudkan melalui enam pilar utama yang saling berkaitan, meliputi layanan primer, layanan rujukan, ketahanan kesehatan, pembiayaan, sumber daya manusia kesehatan, serta teknologi kesehatan.
Melalui pilar layanan primer, 8.349 Puskesmas telah menerapkan layanan terpadu, prevalensi stunting turun di bawah 20 persen, dan ratusan ribu kader kesehatan telah dilatih.
Pada pilar layanan rujukan, sebanyak 29 provinsi kini sudah mampu melaksanakan bedah jantung terbuka dan clipping stroke. Sementara dari aspek ketahanan kesehatan, sebagian besar bahan baku obat dan 10 dari 14 antigen vaksin imunisasi rutin kini sudah dapat diproduksi dalam negeri.
Di sisi pembiayaan, 98 persen masyarakat Indonesia atau sekitar 268 juta penduduk telah terdaftar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pada pilar sumber daya manusia, 61 persen Puskesmas sudah memiliki tenaga kesehatan sesuai standar, dan 74 persen rumah sakit daerah memiliki tujuh dokter spesialis dasar.
Kemajuan juga tampak pada pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) di fasilitas kesehatan, khususnya dalam pemeriksaan X-ray dan CT-scan untuk deteksi dini berbagai penyakit.
Dalam bidang prioritas nasional, Kementerian Kesehatan mencatat capaian besar seperti lebih dari 52 juta masyarakat telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta cakupan skrining TBC yang telah menjangkau 20 juta orang.
Pemerintah juga mempercepat pembangunan dan peningkatan rumah sakit daerah, di mana 32 dari 66 RSUD yang menjadi target nasional telah berjalan sesuai rencana.
Transformasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pemerataan layanan kesehatan hingga ke wilayah perbatasan, termasuk di Kabupaten Nunukan yang menjadi beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menkes juga menekankan bahwa keberhasilan transformasi tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan teknologi, tetapi juga oleh perubahan budaya kerja dan pola pikir tenaga kesehatan serta aparatur birokrasi.
Transformasi kesehatan tidak dapat diwujudkan tanpa perubahan cara pikir dan cara kerja menuju birokrasi yang kompeten dan akuntabel,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan, kolaborasi lintas sektor, dan partisipasi masyarakat akan menjadi kunci keberlanjutan sistem kesehatan nasional.
“Perjalanan menuju Indonesia Sehat adalah perjalanan panjang dan menantang. Namun dengan tekad, kerja keras, dan kolaborasi, kita akan sampai pada tujuannya, mewujudkan generasi sehat sebagai fondasi Indonesia Emas 2045,” pesannya.
Amin menjelaskan bahwa pemerintah kabupaten sangat mendukung dan mengapresiasi hal mengenai program dari pusat.
Salah satunya, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat gerakan masyarakat sehat melalui peningkatan pelayanan dasar di bidang kesehatan.
“Salah satu fokusnya adalah gerakan masyarakat sehat yang menjadi pondasi menuju Indonesia Emas, pemerintah kabupaten akan terus berupaya maksimal untuk menyukseskan program ini,” tambahnya.
Terkait masalah stunting, Amin menyebut angka kasus di kabupaten ini menunjukkan tren menurun dalam beberapa tahun terakhir.
“Alhamdulillah, angka stunting sudah menurun cukup signifikan, namun kita tetap berkomitmen menekan angka itu lebih jauh, harapan kita, ke depan bisa menjadi daerah dengan angka stunting terendah,” ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memulai pola hidup sehat dari diri sendiri dan keluarga.
“Kesehatan harus kita perhatikan, kita jaga, dan kita tingkatkan, informasi tentang pentingnya hidup sehat juga harus kita sebarkan seluas-luasnya agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesehatan,” ujarnya.(adv)





