SOA Masih Jadi Kebutuhan Vital di Krayan

NUNUKAN, borderterkini.com – Di tengah keterbatasan akses dan beratnya tantangan geografis wilayah perbatasan, Program Subsidi Ongkos Angkut (SOA) penumpang maupun barang masih menjadi penopang utama kehidupan masyarakat di Kecamatan Krayan dan Krayan Selatan.

Bagi wilayah yang hingga kini mengandalkan transportasi udara sebagai jalur utama, SOA ini menjadi kebutuhan vital yang belum tergantikan.
Bahkan, Pemkab Nunukan menegaskan bahwa program SOA ini akan terus dipertahankan selama infrastruktur dasar, khususnya akses darat, belum sepenuhnya terbangun.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, SE, saat meluncurkan penerbangan perdana SOA penumpang udara rute Nunukan–Long Binuang pulang-pergi serta Nunukan – Long Bawan pulang pergi, di Bandara Nunukan, Selasa (6/1).

“Kehadiran SOA ini merupakan komitmen berkelanjutan pemerintah daerah dalam menjaga denyut konektivitas wilayah perbatasan,” ujar Irwan Sabri.

Menurut Bupati, kondisi geografis Krayan yang terisolasi, keterbatasan jaringan jalan darat, serta medan yang berat menjadikan subsidi angkutan bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan.
Karena itu, SOA akan tetap dianggarkan setiap tahun dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah, selama masyarakat Krayan masih sangat bergantung pada transportasi udara.

“Selama infrastruktur jalan dan akses darat di Krayan belum memadai, maka subsidi ongkos angkut tetap sangat dibutuhkan. SOA Nunukan–Krayan menjadi program prioritas yang kami anggarkan setiap tahun agar masyarakat tetap terlayani,” tegasnya.

Lebih jauh, Irwan Sabri menekankan bahwa SOA merupakan kebijakan strategis yang mencerminkan keberpihakan pemerintah daerah terhadap masyarakat perbatasan.

Program ini tidak hanya menjamin mobilitas penumpang, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kelancaran distribusi logistik serta menekan harga kebutuhan pokok agar tetap terjangkau.

Tanpa kehadiran SOA, biaya hidup masyarakat berpotensi melonjak, distribusi barang terganggu, serta mobilitas warga termasuk untuk kepentingan pendidikan dan layanan kesehatan akan semakin terhambat.

“SOA juga menjadi instrumen pemerintah daerah dalam menekan disparitas harga dan ketimpangan pelayanan antara wilayah perbatasan dan wilayah perkotaan,” ungkapnya.

Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa SOA bukanlah solusi jangka panjang semata. Di balik keberlanjutan subsidi, Pemkab Nunukan terus memacu pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah Krayan secara bertahap, mulai dari peningkatan akses transportasi hingga penyediaan sarana pendukung lainnya.

“SOA ini adalah solusi sementara yang harus tetap berjalan. Namun di saat yang sama, pemerintah daerah juga fokus membangun infrastruktur agar ke depan ketergantungan terhadap subsidi bisa dikurangi,” jelasnya.

Dengan menjadikan SOA sebagai program prioritas tahunan, Pemkab Nunukan berharap pelayanan dasar bagi masyarakat Krayan dan Krayan Selatan tetap terjaga. “Tentunya, dapat meringankan beban masyarakat yang ada disana,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan