NUNUKAN – Longsor di Desa Salan, Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan, kian mengkhawatirkan. Setelah dua rumah ambruk akibat longsor pada Rabu (7/1), pergerakan tanah susulan kembali terjadi dan mulai menggerus dapur rumah warga lainnya.
Anggota DPRD Nunukan, Donal, menyebut longsor berada di kawasan permukiman padat. Di satu titik, sedikitnya 30–40 rumah masih berdiri dan terancam terdampak jika longsor terus meluas.
“Awalnya dua rumah ambruk total di bantaran sungai. Sekarang longsor sudah mengarah ke dapur-dapur rumah warga,” kata Donal, Rabu (14/1).
Ia menyoroti belum adanya penanganan langsung di lapangan pascakejadian awal. Menurutnya, kehadiran BPBD seharusnya cepat untuk menentukan langkah teknis seperti bronjong atau penurapan agar longsor tidak meluas.
“Jangan menunggu dampak lebih besar baru bergerak,” tegasnya, seraya mendorong penguatan operasional pos BPBD di kecamatan agar respons lebih cepat.
Sementara itu, Kasubid Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin, menyatakan pihaknya telah menerima laporan dan menginstruksikan Pos BPBD wilayah Lumbis melakukan pemantauan serta pendataan awal.
“Kami masih menunggu laporan lanjutan dari lapangan. Koordinasi terus dilakukan karena curah hujan masih tinggi,” ujarnya, sembari mengimbau warga tetap waspada dan segera melapor jika terjadi pergerakan tanah atau kenaikan debit air. (*)





