Diburu di Laut Perbatasan, Penyelundup Sabu Asal Malaysia Nekat Lompat ke Laut

NUNUKAN, borderterkini.com – Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dari Tawau, Malaysia, berhasil digagalkan aparat gabungan TNI AL, Polri, Bea Cukai, dan unsur intelijen di perairan Sebatik, Kabupaten Nunukan.

Operasi berlangsung menegangkan, diwarnai aksi kejar-kejaran laut hingga pelaku nekat melompat ke laut demi menghindari borgol.

Penggagalan ini terjadi Selasa (20/1) malam di wilayah perairan perbatasan Indonesia–Malaysia. Dari dua pelaku, satu berhasil diamankan dalam kondisi hampir tenggelam, sementara satu lainnya lolos dengan menyelinap ke kawasan hutan bakau.

Komandan Lanal Nunukan, Kolonel Laut (P) Primayantha Maulana Malik, mengungkapkan operasi bermula dari informasi intelijen Satresnarkoba Polres Nunukan terkait rencana penyelundupan sabu melalui jalur laut Sebatik.

“Mendapatkan informasi itu, tim Quick Response Lanal Nunukan langsung bergerak. Kami berkoordinasi dengan Polres Nunukan, Bea Cukai, dan Satgas Bais untuk melakukan pemetaan dan penyekatan jalur,” ujarnya, Rabu (21/1).

Sekitar pukul 18.00 WITA, tim gabungan mencurigai sebuah longboat yang melintas di Alur Sungai Tembaring. Saat hendak dihentikan, perahu tersebut justru melaju kencang, memicu pengejaran intens di perairan perbatasan.

Longboat akhirnya berhasil dihentikan. Namun situasi berubah dramatis ketika dua orang di dalamnya melompat ke laut dan berupaya kabur ke arah hutan bakau.

“Satu orang berhasil diselamatkan karena hampir tenggelam akibat panik. Satu lagi melarikan diri ke area bakau,” ungkap Primayantha.

Pelaku yang diamankan diketahui berinisial RI (33), warga Kelurahan Nunukan Timur, berprofesi sebagai buruh harian lepas. Tak jauh dari lokasi penyelamatan, petugas menemukan sebuah kotak plastik mengapung yang mencurigakan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan kotak tersebut berisi tiga bungkus sabu ukuran sedang dengan berat bruto sekitar 150 gram, dikemas rapi menggunakan plastik dan lakban.

Selain sabu, aparat turut mengamankan satu unit longboat GT 2 warna biru dengan dua mesin 15 PK, serta satu unit telepon genggam yang diduga milik pelaku yang melarikan diri.

Tim gabungan sempat melakukan penyisiran selama lebih dari satu jam di kawasan bakau. Namun rapatnya vegetasi dan medan ekstrem membuat satu pelaku berhasil lolos.

“Pelaku yang diamankan beserta seluruh barang bukti sudah kami bawa ke Dermaga Mako Lanal Nunukan dan diserahkan ke Polres Nunukan untuk proses hukum lanjutan,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan