NUNUKAN, borderterkini.com – Kasus yang menimpa guru bernama Halimah, yang diduga mengalami perlakuan diskriminatif dari Kepala Sekolah SDN 001 Sebatik Tengah berinisial S, hingga kini masih menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Nunukan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Nunukan, Raden Iwan Kurniawan, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam menyikapi persoalan yang mencuat di lingkungan dunia pendidikan tersebut.
“Pertama-tama, kami menyampaikan rasa prihatin atas insiden yang terjadi di SDN 001 Sebatik Tengah. Sekolah semestinya menjadi ruang yang aman, nyaman, dan sehat bagi semua, baik peserta didik maupun tenaga pendidik,” ujar Sekda, Minggu (8/2).
Sebagai bentuk respons konkret, Sekda mengungkapkan telah memerintahkan Dinas Pendidikan (Disdik), Inspektorat, serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Nunukan untuk turun langsung ke lapangan.
Langkah tersebut, kata dia, dilakukan guna memperoleh gambaran utuh dan objektif terkait persoalan yang terjadi di sekolah tersebut.
“Kami meminta Disdik, Inspektorat, dan BKPSDM untuk mendatangi langsung SDN 001 Sebatik Tengah. Tujuannya agar informasi yang diperoleh benar-benar berdasarkan fakta lapangan, bukan hanya dari satu sudut pandang,” tegasnya.
Ia menambahkan, ketiga instansi tersebut dijadwalkan melakukan klarifikasi langsung ke sekolah pada Senin (9/2).
Sekda juga menekankan bahwa pemerintah daerah tidak akan tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan sebelum proses klarifikasi rampung.
“Kami tidak bisa serta-merta menyatakan siapa yang salah dan siapa yang benar. Semua harus diverifikasi secara menyeluruh, dengan mendengar keterangan dari kedua belah pihak. Prinsip kehati-hatian dan objektivitas harus dijunjung tinggi,” katanya.
Lebih jauh, Raden Iwan Kurniawan berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, karena dinilai dapat berdampak serius terhadap iklim pendidikan dan kondisi psikologis tenaga pendidik.
“Kejadian seperti ini tentu tidak kita harapkan. Jika dibiarkan, bisa mengganggu proses belajar mengajar dan menciptakan ketidaknyamanan di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Akhmad, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan insiden di SDN 001 Sebatik Tengah sejak awal mencuat ke publik.
Menurut Akhmad, Disdik Nunukan sebelumnya telah mengutus Kepala UPTD bersama pengawas sekolah untuk mendatangi sekolah tersebut dan menemui kepala sekolah yang bersangkutan.
Namun, dalam kunjungan awal tersebut, tim belum berhasil bertemu langsung dengan kepala sekolah.
“Pada Kamis (5/2) lalu, kami sudah mengutus Kepala UPTD dan pengawas sekolah ke lokasi untuk menemui kepala sekolah. Namun saat itu belum berhasil bertemu langsung,” ungkap Akhmad.
Ia menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum dapat membeberkan secara rinci kronologi kejadian, mengingat proses pendalaman masih berlangsung dan perlu dilakukan berdasarkan fakta yang benar-benar terverifikasi.
“Kami masih melakukan pendalaman dan penggalian informasi. Karena itu, pada hari Senin kami akan kembali ke SDN 001 Sebatik Tengah bersama BKPSDM dan Inspektorat untuk melakukan klarifikasi secara menyeluruh,” pungkasnya.(*)





