NUNUKAN, borderterkini.com – Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan melalui Bidang Perindustrian terus mendorong penguatan industri kerajinan berbasis kearifan lokal.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan dan Fasilitasi Industri Kerajinan Anyaman Rotan dan Bambu yang dilaksanakan di sejumlah desa di Kecamatan Tulin Onsoi dan Kecamatan Lumbis, Selasa hingga Sabtu (4–7 Februari 2026) lalu.
Kegiatan pembinaan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Perindustrian DKUKMPP Nunukan, Muhammad Nur, bersama para pejabat fungsional bidang perindustrian.
Sasaran kegiatan adalah kelompok-kelompok pengrajin anyaman rotan dan bambu yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat desa, khususnya di wilayah pedalaman dan perbatasan.
Kepala Bidang Perindustrian DKUKMPP Nunukan, Muhammad Nur, menyampaikan bahwa industri kerajinan anyaman rotan dan bambu memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa apabila mendapat dukungan dan pembinaan secara berkelanjutan.
Menurutnya, selain bernilai ekonomi, kerajinan tersebut juga merupakan bagian dari identitas dan kearifan lokal yang harus dijaga.
“Industri kerajinan anyaman rotan dan bambu memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, terutama jika didukung dengan pembinaan yang berkelanjutan dan terarah,” ungkapnya, Senin (9/2).
Namun demikian, ia menjelaskan bahwa para pengrajin masih dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan alat produksi yang berdampak pada kualitas hasil anyaman, minimnya inovasi desain, hingga pola pemasaran yang masih bersifat konvensional. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang menghambat daya saing produk kerajinan lokal.
“Selama ini pengrajin masih menghadapi keterbatasan alat produksi, desain yang belum berkembang, serta pemasaran yang masih konvensional. Ini yang ingin kami dorong agar industri anyaman bisa naik kelas,” katanya.
Lebih lanjut, Muhammad Nur menegaskan bahwa pembinaan ini juga diarahkan untuk mendorong regenerasi pengrajin dengan melibatkan generasi muda. Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan industri kerajinan anyaman rotan dan bambu di tengah perkembangan zaman.
“Kami juga ingin menumbuhkan kembali minat generasi muda agar mau terlibat dalam industri anyaman dengan pendekatan yang lebih modern dan sesuai dengan kebutuhan pasar,” tambahnya.
Dengan pembinaan dan fasilitasi ini, DKUKMPP Nunukan berharap dapat mendorong pertumbuhan UMKM berbasis kearifan lokal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, serta memperkuat daya saing produk kerajinan anyaman rotan dan bambu dari Kabupaten Nunukan.
Adapun kelompok pengrajin yang dikunjungi dalam rangkaian kegiatan tersebut antara lain Kelompok Baatug Tinampak I di Kecamatan Tulin Onsoi, Kelompok Baatug Intan Sukses Kecamatan Lumbis, Kelompok Baatug Lumbis Sejahtera, serta Kelompok Baatug Lasuon Tonodon di Kecamatan Lumbis.(*)





