Pria 55 Tahun Tewas Tergantung di Kamar Mandi, Polisi Temukan Beberapa Jenis Obat

NUNUKAN, borderterkini.com – Warga Jalan Sei Fatimah RT 20, Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia diduga akibat gantung diri, Selasa (3/3) pagi.

Korban berinisial L (55), seorang wiraswasta, ditemukan dalam keadaan tergantung di kamar mandi rumahnya sekitar pukul 07.40 Wita oleh anaknya sendiri.

Peristiwa ini pertama kali terungkap saat anak korban, M (15), hendak mandi. Namun pintu kamar mandi tidak dapat dibuka karena terkunci dari dalam.

Merasa curiga, ia kemudian mengintip melalui celah pintu dan mendapati ayahnya sudah dalam posisi tergantung menggunakan seutas tali nilon warna putih yang terikat pada balok gelagar kamar mandi.

Sebelumnya, sekitar pukul 04.00 Wita, M sempat mendengar korban keluar dari kamar dan terdengar seperti suara teriakan. Namun karena masih mengantuk, ia tidak terlalu memperhatikan kejadian tersebut.

Sekitar pukul 08.20 Wita, warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Nunukan. Kapolsek Nunukan bersama anggota piket penjagaan, piket Reskrim, serta Tim Inafis dari Polres Nunukan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan dalam kondisi pintu kamar mandi terkunci dari dalam. Posisi leher terikat tali nilon putih, lidah menjulur dan tergigit. Di atas meja dapur, petugas juga menemukan beberapa jenis obat milik korban yang terbungkus dalam plastik warna hitam.

“Berdasarkan hasil olah TKP sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban,” ujar Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan, Selasa (3/3).

Menurut keterangan keluarga, korban telah lama menderita sakit komplikasi dan sering mengalami kondisi kesehatan yang menurun.
Saat kejadian, korban tinggal bersama dua anaknya, sementara istrinya sedang berada di Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, untuk menghadiri acara keluarga.

“Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Nunukan untuk dilakukan visum et repertum (VER) guna memastikan penyebab pasti kematian,” ungkapnya.

Pihak kepolisian telah memasang garis polisi, melakukan olah TKP, serta meminta keterangan sejumlah saksi. Dugaan sementara mengarah pada tindakan bunuh diri, namun penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan rangkaian peristiwa tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan