NUNUKAN, borderterkini.com – Hujan dengan intensitas lebat mengguyur wilayah Kabupaten Nunukan pada Kamis (3/9/2026) pagi. Berdasarkan catatan Stasiun Meteorologi Nunukan, curah hujan yang tercatat mencapai 19,8 milimeter.
Intensitas tersebut masuk kategori hujan lebat karena curah hujan tercatat lebih dari 10 milimeter per jam. Kondisi ini dipengaruhi dinamika atmosfer yang terjadi di wilayah Kalimantan Utara.
Forecaster On Duty BMKG Stasiun Meteorologi Tarakan, Serpin BT Pilipus, mengatakan pertumbuhan awan konvektif atau awan hujan telah terpantau melalui citra satelit sejak sekitar pukul 04.00 WITA.
“Adanya belokan angin dan konvergensi di Kalimantan Utara berpotensi menyebabkan pertumbuhan awan konvektif atau awan hujan. Hal tersebut juga terpantau melalui citra satelit, di mana pertumbuhan awan konvektif mulai terjadi sekitar pukul 04.00 WITA,” jelas Serpin, Kamis (3/9/2026).
Meski secara umum kondisi cuaca Nunukan diprakirakan cenderung berawan, potensi hujan ringan hingga sedang masih dapat terjadi, terutama pada dini hari.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam tiga hari ke depan. Hujan di sejumlah wilayah masih berpotensi disertai kilat atau petir.
Serpin menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi masih adanya belokan angin atau konvergensi di wilayah Kalimantan Utara. Selain itu, terpantau anomali Suhu Muka Laut berkisar -3,0 hingga +3,1 derajat Celsius di sekitar Laut Sulawesi.
Kondisi atmosfer tersebut dapat mendukung pertumbuhan awan hujan dan meningkatkan peluang terjadinya hujan dengan intensitas tinggi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati jika beraktivitas di luar rumah. Waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat dengan durasi lebih dari satu jam,” katanya.
Di sisi lain, masyarakat Nunukan juga diminta memperhatikan kondisi kualitas udara yang saat ini kurang baik akibat sebaran asap. BMKG mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak diperlukan.
Masyarakat juga diminta rutin memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG maupun aplikasi InfoBMKG.
Dengan kondisi atmosfer yang masih dinamis, warga Nunukan diimbau tidak lengah terhadap perubahan cuaca. Terutama saat beraktivitas di luar rumah, masyarakat perlu mewaspadai hujan lebat, petir maupun potensi bencana hidrometeorologi yang dapat menyertainya. (*)
Hujan Lebat 19,8 MM, BMKG Ingatkan Warga Nunukan Waspadai Cuaca Ekstrem





