<p><strong>NUNUKAN</strong>, <em>borderterkini.com</em> – Pemkab Nunukan bergerak cepat mengantisipasi potensi gangguan distribusi logistik jelang Ramadan.</p>



<p>Bupati Nunukan resmi menyurati penyedia jasa pelayaran untuk meminta dukungan dan penambahan armada angkut barang ke wilayah perbatasan.<br></p>



<p>Kepala Bidang Perdagangan DKUKMPP Nunukan, Dior, mengatakan surat tersebut ditujukan langsung ke operator kapal, termasuk Kapal Thalia yang selama ini menjadi tulang punggung distribusi logistik.<br></p>



<p>“Permohonan penambahan armada sudah disampaikan langsung oleh Pak Bupati. Saat ini Thalia masih beroperasi satu armada dan dijadwalkan tiba di Nunukan sekitar 18 Februari,” ujar Dior, Rabu (11/2).</p>



<p>Meski armada terbatas, pasokan dan harga kebutuhan pokok hingga pekan kedua Februari masih relatif stabil. Kenaikan diperkirakan hanya terjadi pada komoditas tertentu seperti bawang dan cabai, sementara lonjakan signifikan biasanya mendekati Idulfitri.<br></p>



<p>Harga beras medium saat ini berkisar Rp14.000–Rp14.500 per kilogram, premium Rp16.000, dan kualitas tertinggi Rp16.600 per kilogram.<br></p>



<p>Dior menegaskan, pedagang tetap didorong memanfaatkan kapal swasta dan Pelni untuk menjaga pasokan. Sidak gabungan bersama Polres Nunukan juga belum menemukan indikasi penimbunan maupun permainan harga.<br></p>



<p>“Distribusi harus tetap lancar. Kita tidak ingin ada gejolak harga saat Ramadan,” tegasnya.(*)</p>
<div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">
 <a href="#" rel="nofollow" onclick="window.print(); return false;" title="Printer Friendly, PDF & Email">
 <img class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 170px;height: 24px;" />
 </a>
 </div>
This website uses cookies.