NUNUKAN, borderterkini.com – Upaya penguatan sistem keamanan laut nasional terus digencarkan. Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) menargetkan pembangunan 35 kantor National Maritime Surveillance System (NMSS) di seluruh Indonesia hingga tahun 2027.
Kabupaten Nunukan menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam skema penguatan tersebut.
Hal ini terungkap dalam kunjungan kerja Kepala Markas Bakamla Zona Tengah, Laksamana Pertama Bakamla Teguh Prasetya, ST, M.M., CHRMP, yang diterima Bupati Nunukan, Irwan Sabri, di ruang kerjanya, Senin (02/03).
Dalam pertemuan tersebut, dibahas implementasi NMSS serta pengembangan teknologi Over The Horizon Radar (OTHR) guna meningkatkan efektivitas pengawasan di wilayah perairan strategis, khususnya kawasan perbatasan.
Teguh Prasetya menjelaskan, NMSS merupakan sistem pengawasan maritim terintegrasi berbasis teknologi modern seperti radar, kamera pemantau, dan drone.
Sistem ini dirancang untuk mendeteksi pergerakan kapal di jalur pelayaran, mencegah tindak pidana di laut seperti illegal fishing dan penyelundupan, serta mempercepat respons terhadap potensi gangguan keamanan.
“Wilayah Nunukan memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan negara tetangga. Penguatan sistem pengawasan menjadi kebutuhan penting dalam menjaga kedaulatan dan keselamatan laut,” ujarnya.
Bupati Irwan Sabri menyatakan dukungan penuh terhadap program nasional tersebut. Menurutnya, penguatan sistem keamanan laut tidak hanya berdampak pada aspek pertahanan, tetapi juga pada stabilitas ekonomi dan perlindungan sumber daya kelautan.
“Kami siap mendukung implementasi NMSS di Nunukan. Sinergi antara pemerintah daerah dan Bakamla menjadi kunci agar pengawasan wilayah perairan semakin optimal,” tegasnya.
Selain pembangunan infrastruktur, pertemuan juga membahas peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta koordinasi lintas instansi guna memastikan sistem pengawasan berjalan efektif dan berkelanjutan.
Dengan masuknya Nunukan dalam skema penguatan NMSS, diharapkan sistem keamanan maritim di wilayah perbatasan semakin solid dan responsif dalam menghadapi berbagai potensi ancaman di laut.(*)





