<p><strong>NUNUKAN</strong>, <em>borderterkini.com</em> – Praktik pemberangkatan pekerja migran ilegal kembali terbongkar di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia. <br></p>



<p>Kali ini, ada 14 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) nonprosedural diamankan di perairan Tinabasan tepatnya di simpang tiga perbatasan Indonesia-Malaysia, Kamis (26/3).<br></p>



<p>Penggagalan ini dilakukan oleh tim gabungan dari Lanal Nunukan bersama sejumlah instansi yang selama ini intens melakukan patroli di jalur laut rawan penyelundupan manusia.</p>



<p>Tim tersebut melibatkan BP3MI Kalimantan Utara, Satgas Ops Intelmar 26, Satgas Ops Samurai-26.I, BAIS TNI, serta Kodam VI/Mulawarman.</p>



<p>Komandan Lanal Nunukan, Primayantha Maulana Malik, mengatakan saat patroli berlangsung, petugas mendeteksi satu unit speedboat bermesin 115 PK berwarna biru yang melaju menuju garis perbatasan dan berusaha menghindari pemeriksaan. </p>



<p>&#8220;Gerak kapal yang mencurigakan membuat tim segera melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil menghentikan laju speedboat tersebut,&#8221; terangnya pada Jumat (27/3).</p>



<p>Dia mengatakan bahwa pemeriksaan dilakukan sesuai prosedur setelah kapal berhasil dihentikan. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 14 orang CPMI nonprosedural di dalam speedboat.</p>



<p>&#8220;Mereka berusaha menghindari pemeriksaan sehingga kami lakukan pengejaran dan penghentian. Setelah diperiksa, ditemukan 14 orang CPMI non prosedural di dalam speedboat tersebut,” ujarnya.</p>



<p>Para CPMI terdiri dari laki-laki dan perempuan dewasa yang rencananya diberangkatkan ke wilayah Sabah, Malaysia tanpa melalui jalur resmi. </p>



<p>Selain itu, aparat turut mengamankan seorang pria yang diduga berperan sebagai calo atau pengurus perjalanan ilegal.</p>



<p>Dari pemeriksaan awal, para CPMI mengaku telah mengeluarkan biaya besar demi bisa berangkat melalui jalur nonprosedural.</p>



<p>Dimana, masing-masing korban membayar sekitar Rp800 ribu untuk perjalanan kapal Pelni menuju Nunukan. </p>



<p>Setelah tiba di wilayah perbatasan, mereka kembali diminta membayar RM700 atau sekitar Rp3 juta kepada calo untuk proses penyeberangan ke negara tujuan.</p>



<p>&#8220;Jelaskan praktek ini sangat merugikan masyarakat karena para korban berangkat tanpa jaminan keselamatan maupun perlindungan hukum. Mereka membayar mahal, tetapi berangkat tanpa perlindungan. Risiko eksploitasi, kekerasan, hingga perdagangan orang sangat besar jika melalui jalur ilegal,” tegasnya.<br></p>



<p>Ia menambahkan, modus yang digunakan para calo hampir selalu sama, yakni menjanjikan keberangkatan cepat dengan proses mudah tanpa prosedur resmi.</p>



<p>Para korban biasanya dijanjikan pekerjaan dengan gaji tinggi sehingga tergiur untuk berangkat secara instan.</p>



<p>&#8220;Korban diyakinkan bahwa prosesnya cepat dan aman. Padahal ketika tiba di negara tujuan, status mereka ilegal dan sangat rentan dieksploitasi,” katanya.</p>



<p>Dalam operasi tersebut, aparat juga mengamankan seorang pria yang diduga menjadi pengurus pemberangkatan ilegal.</p>



<p>Saat ini, petugas masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas di balik kasus tersebut.<br></p>



<p>Primayantha menegaskan pihaknya tidak akan berhenti pada penggagalan semata, tetapi juga akan menelusuri aktor intelektual yang terlibat.</p>



<p>“Kami terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk membongkar jaringan ini sampai ke akarnya. Penyelundupan manusia adalah kejahatan serius,” ujarnya.</p>



<p>Dia juga juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran bekerja ke luar negeri tanpa prosedur resmi.<br></p>



<p>&#8220;Bekerja di luar negeri harus melalui jalur legal agar hak, keselamatan, dan perlindungan hukum terjamin. Jangan mudah percaya pada calo yang menjanjikan proses instan,” pesannya.<br></p>



<p>Saat ini seluruh CPMI yang diamankan berada dalam penanganan BP3MI Kalimantan Utara untuk proses pendataan, pembinaan, serta pemulangan ke daerah asal masing-masing.(*)</p>
<div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">
 <a href="#" rel="nofollow" onclick="window.print(); return false;" title="Printer Friendly, PDF & Email">
 <img class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 170px;height: 24px;" />
 </a>
 </div>
This website uses cookies.