Categories: Nunukan

BPBD Sebut Mitigasi Rawan Longsor Masih Dikaji BWS

Published by
admin

&NewLine;<p><strong>NUNUKAN<&sol;strong>&comma; <em>borderterkini&period;com<&sol;em> – Ancaman tanah longsor masih membayangi sejumlah kawasan permukiman warga di Kabupaten Nunukan&period; Sejak Minggu &lpar;6&sol;1&rpar;&comma; rangkaian kejadian longsor dilaporkan terjadi di beberapa titik rawan akibat curah hujan tinggi&comma; kondisi tanah yang labil&comma; serta sistem drainase yang tidak berfungsi optimal&period;<br><br>Ketua Tim Kaji Cepat BPBD Nunukan&comma; Mulyadi&comma; menyebutkan bahwa longsor terjadi di sejumlah lokasi&comma; di antaranya Jalan Bukit Cinta dan Jalan H&period; Sumang di Kelurahan Nunukan Tengah&comma; Jalan Sei Lapio Desa Stabu Kecamatan Sebatik Barat&comma; Desa Srinanti Kecamatan Seimenggaris&comma; serta Desa Salan Kecamatan Lumbis Ogong&period;<br><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Wilayah terdampak mayoritas merupakan area permukiman&period; Dengan kondisi tanah yang sudah labil&comma; potensi longsor susulan masih sangat tinggi apabila hujan kembali terjadi&period; Apalagi&comma; sebagian lokasi berada di bantaran sungai&comma;” kata Mulyadi&comma; Minggu &lpar;18&sol;1&rpar;&period;<br><br>Di Kecamatan Nunukan&comma; longsor mengakibatkan rusaknya siring penahan tanah setinggi sekitar lima meter dengan panjang kurang lebih 25 meter&period; Selain itu&comma; satu unit kandang ayam milik warga roboh&comma; sementara beberapa rumah mengalami kerusakan ringan&period; Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan&comma; sejumlah warga terpaksa melakukan evakuasi mandiri&period;<br><br>Dampak lebih serius terjadi di Kecamatan Sebatik Barat&period; Satu unit rumah di Jalan Sei Lapio&comma; Desa Stabu&comma; roboh akibat longsor&period; Akibat kejadian tersebut&comma; dua kepala keluarga dengan total lima jiwa kehilangan tempat tinggal&period;<br><br>Sementara itu&comma; di Kecamatan Lumbis Ogong&comma; longsoran berada tepat di kawasan permukiman dan mengancam sedikitnya tiga rumah warga&period; Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Seimenggaris&comma; di mana longsor merusak pagar rumah&comma; badan jalan&comma; serta box culvert&period;<br><br>BPBD menegaskan&comma; berdasarkan kajian risiko bencana Kabupaten Nunukan&comma; wilayah-wilayah tersebut memang masuk dalam kategori rawan longsor&comma; terutama saat intensitas hujan sedang hingga lebat&period;<br><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Jika penanganan fisik tidak segera dilakukan&comma; longsor susulan sangat mungkin terjadi dan ini jelas mengancam keselamatan warga&comma;” tegas Mulyadi&period;<br><br>Sebagai langkah awal&comma; BPBD telah melakukan sejumlah upaya penanganan darurat&comma; seperti pemasangan terpal di area longsoran&comma; imbauan kewaspadaan kepada warga&comma; serta koordinasi lintas instansi&period; Selain itu&comma; BPBD bersama Balai Wilayah Sungai &lpar;BWS&rpar; juga mulai menyiapkan langkah mitigasi jangka menengah&comma; khususnya untuk kawasan bantaran sungai yang masih dihuni masyarakat&period;<br><br>Menurut Mulyadi&comma; BWS saat ini tengah mengkaji rencana pembangunan siring atau tanggul penahan tanah di beberapa titik rawan guna menekan risiko longsor akibat abrasi dan luapan air sungai&period;<br><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Ketika debit air sungai naik&comma; potensi longsor menjadi sangat besar&period; Ini tentu sangat membahayakan warga yang tinggal di bantaran sungai&comma;” ujarnya&period;<br><br>Namun demikian&comma; rencana pembangunan tanggul tersebut masih menunggu hasil kajian teknis dan penyusunan master plan dari BWS&period; Ia menekankan bahwa mitigasi harus dilakukan berdasarkan analisis yang matang&period;<br><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Harus dianalisis secara teknis&comma; apakah nanti menggunakan sheet pile&comma; bronjong&comma; atau sistem lainnya&period; Semua tergantung hasil kajian dari BWS&comma;” jelasnya&period;<br><br>BPBD berharap&comma; langkah mitigasi yang tengah disiapkan dapat memperkecil risiko bencana susulan sembari menunggu penanganan permanen&comma; termasuk opsi relokasi warga dari kawasan rawan longsor&period;<br><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Saat ini kami terus melakukan koordinasi lintas instansi agar penanganan bencana dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan&comma;” pungkasnya&period; &lpar;&ast;&rpar;<&sol;p>&NewLine;<div class&equals;"printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">&NewLine; <a href&equals;"&num;" rel&equals;"nofollow" onclick&equals;"window&period;print&lpar;&rpar;&semi; return false&semi;" title&equals;"Printer Friendly&comma; PDF & Email">&NewLine; <img class&equals;"pf-button-img" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;cdn&period;printfriendly&period;com&sol;buttons&sol;printfriendly-pdf-email-button&period;png" alt&equals;"Print Friendly&comma; PDF & Email" style&equals;"width&colon; 170px&semi;height&colon; 24px&semi;" &sol;>&NewLine; <&sol;a>&NewLine; <&sol;div>

admin

This website uses cookies.