<p><strong>NUNUKAN</strong>, <em>borderterkini.com</em> – Anggota DPRD Kabupaten Nunukan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke fasilitas pendidikan di Sungai Limau, Kecamatan Sebatik, Senin (2/2).</p>



<p>Kunjungan tersebut menyasar kondisi sarana dan prasarana sekolah yang selama ini dikeluhkan warga serta tenaga pendidik di wilayah perbatasan.<br></p>



<p>Rombongan DPRD Nunukan tiba di SD Negeri 005 Sungai Limau dan disambut langsung oleh kepala sekolah bersama jajaran guru.<br></p>



<p>Interaksi berlangsung terbuka, di mana para wakil rakyat meninjau langsung kondisi infrastruktur sekaligus mendengar pemaparan pihak sekolah terkait aktivitas belajar mengajar dan kendala yang dihadapi sehari-hari.<br></p>



<p>Dalam kesempatan tersebut, kepala sekolah menyampaikan gambaran umum kondisi sekolah, mulai dari keterbatasan fasilitas, aktivitas pembelajaran, hingga dampak kerusakan bangunan terhadap keselamatan siswa dan guru.<br>Para guru juga turut menyampaikan pengalaman mengajar di tengah keterbatasan sarana pendukung.<br></p>



<p>Sidak tersebut dihadiri Ketua Komisi I DPRD Nunukan Dr. Andi Muliyano, Ketua Komisi II sekaligus Sekretaris DPRD Nunukan Andi Fajrul Syam anggota DPRD Ramsah, serta Ketua Komisi III DPRD Nunukan Ryan Antoni.<br></p>



<p>Para legislator menelusuri setiap sudut sekolah, mulai dari ruang kelas, halaman sekolah, hingga akses jalan menuju lokasi. Dari hasil pantauan, kondisi bangunan sekolah dinilai memprihatinkan dan tidak sebanding dengan dedikasi tenaga pendidik yang selama ini tetap menjalankan proses belajar mengajar secara maksimal.</p>



<p>Ketua Komisi I DPRD Nunukan, Andi Muliyano, mengaku prihatin setelah menemukan bangunan sekolah yang baru dibangun sekitar dua tahun lalu kini mengalami kerusakan berat akibat pergerakan tanah. Bangunan tersebut bahkan sudah tidak bisa lagi difungsikan.<br></p>



<p>&#8220;Kami melihat ada bangunan yang belum lama berdiri, kurang lebih dua tahun, namun sudah terkena longsor. Air juga merembes masuk ke dalam ruangan, sehingga saat ini terpaksa dikosongkan karena sangat berbahaya bagi keselamatan murid dan guru,” ujarnya pada Selasa (3/2).<br></p>



<p>Selain kondisi gedung, DPRD Nunukan juga menyoroti aspek keamanan lingkungan sekolah. SD Negeri 005 Sungai Limau berada di dekat kawasan semak dan hutan tanpa dilengkapi pagar pengaman, sehingga rawan dimasuki binatang liar yang berpotensi mengganggu aktivitas belajar.</p>



<p>&#8220;Pagar pengaman sangat penting agar binatang liar tidak masuk ke area sekolah. Kenyamanan dan keamanan merupakan syarat mutlak dalam proses belajar mengajar,” tegas Andi Muliyano.</p>



<p>Tak hanya itu, kondisi jalan menuju sekolah juga menjadi sorotan. Jalan yang rusak dan berlubang dinilai membahayakan siswa dan orang tua yang setiap hari melintas menggunakan sepeda motor maupun mobil.</p>



<p>Menurut Andi Muliyano, persoalan pendidikan tidak bisa dipisahkan dari aksesibilitas. “Kalau jalan rusak, tentu aktivitas antar jemput anak sekolah terganggu. Ini harus menjadi perhatian bersama,” katanya.</p>



<p>Selain infrastruktur fisik, DPRD Nunukan turut menyinggung pentingnya peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru. Ia mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Nunukan terhadap seragam siswa dan penampilan guru yang dinilai sudah cukup baik.</p>



<p>&#8220;Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah atas perhatian terhadap seragam anak sekolah dan penampilan guru. Namun kesejahteraan guru tetap harus menjadi prioritas jika kita ingin menuntut kualitas pendidikan yang baik,” tambahnya.<br></p>



<p>DPRD Nunukan meminta dinas terkait, khususnya Dinas Pendidikan dan Dinas PUPR, segera turun langsung ke lapangan untuk menghitung kebutuhan anggaran perbaikan gedung sekolah serta akses jalan menuju lokasi. Penanganan cepat dinilai penting agar kerusakan tidak semakin meluas dan membahayakan keselamatan siswa.</p>



<p>Menurut anggota legistatif, kualitas pendidikan tidak boleh ditentukan oleh status kepemilikan sekolah, sebab seluruh satuan pendidikan memiliki peran yang sama dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul.<br></p>



<p>&#8220;Anak-anak yang belajar di sekolah swasta juga merupakan warga daerah ini. Mereka berhak mendapatkan fasilitas, dukungan, dan perhatian yang sama agar proses belajar berjalan aman dan nyaman,” ujar Andi Mulyono.<br></p>



<p>DPRD menilai pemerataan perhatian menjadi kunci agar tidak muncul kesenjangan mutu pendidikan antar sekolah, sekaligus menjaga keadilan layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik.<br></p>



<p>&#8220;Sekolah swasta juga harus mendapatkan porsi perhatian yang sama., jangan ada sekat dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menengah, karena tujuannya sama, yakni mencetak generasi berkualitas sesuai standar nasional,” tutupnya.(*)</p>
<div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">
 <a href="#" rel="nofollow" onclick="window.print(); return false;" title="Printer Friendly, PDF & Email">
 <img class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 170px;height: 24px;" />
 </a>
 </div>
This website uses cookies.