NUNUKAN, borderterkini.com – Operasi pencarian dua nelayan yang sempat dilaporkan hilang akibat kecelakaan longboat terbalik di perairan Muara Sungai Sei Banjar, Kecamatan Nunukan Barat, berakhir dengan kabar menggembirakan.
Kedua korban, Amir (53) dan Pandi (30), ditemukan dalam kondisi selamat oleh Tim SAR gabungan pada Selasa (13/1) sekitar pukul 11.00 WITA.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Tarakan, Dede Hariana, menyampaikan bahwa kedua korban ditemukan di perairan Nunukan pada koordinat 4° 1’12.55″N 117°35’24.09″E, atau sekitar 1,37 nautical mile dari lokasi kejadian perkara (LKP). Keduanya ditemukan mengapung hanyut terbawa arus ombak.
“Alhamdulillah, dua korban yang sempat dilaporkan hanyut berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Dia selamat dengan memegang perahunya yang megapung. Setelah dievakuasi, keduanya langsung dipulangkan ke rumah keluarga masing-masing,” ujar Dede.
Sebelumnya, ketiga nelayan tersebut mengalami kecelakaan pada Senin (12/1) sekitar pukul 17.10 WITA saat dalam perjalanan pulang usai memanen rumput laut di sekitar Sungai Pattukul.
Longboat yang mereka tumpangi terbalik di perairan muara dengan arus laut yang cukup kuat, diduga akibat muatan penuh hasil panen sehingga kehilangan keseimbangan.
Satu korban lainnya, Pak Dayang (60), lebih dahulu ditemukan selamat. Dengan ditemukannya Amir dan Pandi, seluruh korban dipastikan selamat tanpa luka serius.
Pada hari kedua pencarian, Tim SAR gabungan melakukan penyisiran dengan pembagian empat sektor pencarian, melibatkan unsur Pos SAR Nunukan, Brimob, Polairud Polres Nunukan, Lanal Nunukan, Pos Polairud Sedadap, serta dukungan masyarakat dan keluarga korban.
Setelah seluruh korban ditemukan, Tim SAR melaksanakan debriefing pada pukul 11.15 WITA dan mengusulkan operasi SAR resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing untuk melanjutkan kesiapsiagaan.
Basarnas kembali mengimbau masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan pencari rumput laut, agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut, termasuk memperhatikan kapasitas muatan kapal dan menggunakan alat keselamatan.
“Perairan muara memiliki arus yang dinamis dan berisiko tinggi. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegas.(*)





