Hari Ketujuh, Nelayan Hilang di Bambangan Belum Ditemukan, Operasi Ditutup

NUNUKAN, borderterkini.com – Proses pencarian nelayan yang dilaporkan hilang di Perairan Bambangan, Kecamatan Sebatik Barat, resmi dihentikan. Hingga hari ketujuh pelaksanaan operasi, korban belum berhasil ditemukan.

Operasi pencarian ditutup pada Rabu (4/2) sekitar pukul 17.30 WITA setelah Tim SAR Gabungan melaksanakan upaya pencarian sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Tim SAR Gabungan terdiri dari personel Basarnas, BPBD Kabupaten Nunukan, Lanal, Brimob Sebatik, serta Satpolairud Polres Nunukan.

Kasubbid Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin, menyampaikan bahwa sejak hari pertama kejadian, pencarian telah dilakukan secara intensif dengan menyisir area perairan di sekitar lokasi kejadian.

“Tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran di berbagai sektor, memperluas area pencarian, serta melakukan koordinasi lintas instansi. Namun hingga hari ketujuh, operasi belum membuahkan hasil,” terangnya pada Kamis (5/2).

Ia menjelaskan, sebelum operasi ditutup, Tim SAR Gabungan terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak desa dan keluarga korban.

Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, disepakati bahwa operasi pencarian dihentikan karena telah dilaksanakan selama tujuh hari sesuai SOP tanpa ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Operasi pencarian dinyatakan selesai dan ditutup karena telah berlangsung selama tujuh hari sesuai SOP,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan mengerahkan sejumlah sarana, di antaranya RIB Basarnas, speedboat rescue BPBD, serta speedboat Satpolairud Polres Nunukan.

Meski operasi resmi ditutup, Hasanuddin menegaskan bahwa pencarian masih dapat dibuka kembali apabila di kemudian hari terdapat informasi baru atau tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan korban.

“Kami bersama Tim SAR Gabungan telah melaksanakan pencarian secara maksimal dengan berbagai metode penyisiran dan perluasan area. Operasi ditutup, namun jika ada informasi atau petunjuk baru, pencarian dapat dibuka kembali,” pungkasnya.

Diketahui, korban diketahui bernama Rahmatsyah (29), warga Desa Bambangan. Ia dilaporkan berangkat memanen ikan pada Rabu malam, 28 Januari 2026, sekitar pukul 19.00 WITA, namun tidak kembali hingga keesokan harinya.

Laporan resmi diterima Pos SAR Nunukan pada Kamis, 29 Januari 2026 pukul 16.20 WITA dari BPBD Nunukan.

Lokasi pencarian di hari terakhir, difokuskan di perairan Pantai Sebatik dekat Dermaga Bambangan, dengan radius pencarian sekitar 2,4 nautical miles dari Pos SAR Nunukan.

Sejumlah unsur dikerahkan dalam operasi ini, mulai dari Pos SAR Nunukan, BPBD, TNI AL Sebatik, Polsek Sebatik, hingga masyarakat setempat.

Kasi Operasi SAR Tarakan, Dede Hariana mengatakan bahwa selain hari terakhir pencarian, keputusan penutupan operasi SAR dilakukan setelah adanya permintaan dari pihak keluarga korban.

“Atas permintaan keluarga, dan setelah dilakukan evaluasi bersama, operasi SAR kami usulkan untuk ditutup. Selanjutnya dilakukan debriefing dan seluruh unsur dikembalikan ke satuan masing-masing,” jelasnya.

Selama pelaksanaan operasi, Tim SAR mengerahkan berbagai peralatan, di antaranya Rigid Buoyancy Boat (RBB), kendaraan personel, alat komunikasi, perlengkapan medis, serta AquaEye untuk membantu pencarian di bawah permukaan air.

Kondisi cuaca selama operasi dilaporkan cerah dan tidak terdapat faktor penghambat berarti. Meski operasi resmi dihentikan, Dede menegaskan pihaknya tetap membuka ruang koordinasi apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Kami turut prihatin atas kejadian ini dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang telah terlibat. Jika ada informasi baru, kami siap berkoordinasi kembali,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan