<p><strong>NUNUKAN</strong>, <em>borderterkini.com</em> – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan mencatat inflasi month to month (m-to-m) pada Januari 2026 sebesar 0,81 persen.</p>



<p>Capaian ini menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa pada awal tahun 2026. Seiring dengan itu, inflasi year to date (y-to-d) juga berada pada angka 0,81 persen.</p>



<p>Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Dr. Iskandar Ahmaddien, SST, SE, S.H., M.M., menjelaskan bahwa inflasi bulanan tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap pembentukan inflasi.<br></p>



<p>&#8220;Inflasi Januari 2026 mencerminkan adanya peningkatan harga di awal tahun, terutama pada kelompok pengeluaran yang andilnya signifikan terhadap inflasi,” ujar Iskandar.<br></p>



<p>Secara year on year (y-on-y), Kabupaten Nunukan mengalami inflasi sebesar 3,67 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,23. </p>



<p>Inflasi tahunan ini terjadi akibat meningkatnya indeks pada sebagian besar kelompok pengeluaran.<br>Kelompok pengeluaran dengan inflasi tertinggi secara tahunan adalah perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang melonjak hingga 20,69 persen.</p>



<p>Tingginya inflasi pada kelompok ini menjadi faktor dominan yang mendorong inflasi tahunan Nunukan.<br></p>



<p>Selain itu, inflasi juga tercatat cukup tinggi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 10,76 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,86 persen.<br></p>



<p>Kenaikan harga juga terjadi pada beberapa kelompok lain, yakni perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,01 persen, pendidikan sebesar 1,00 persen, kesehatan sebesar 0,83 persen, serta transportasi sebesar 0,67 persen.</p>



<p>Sementara itu, kelompok pakaian dan alas kaki mengalami inflasi 0,38 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,36 persen, serta makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,24 persen.<br></p>



<p>Di sisi lain, hanya kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang tercatat mengalami deflasi sebesar 0,93 persen, sehingga sedikit menahan laju inflasi secara keseluruhan.<br></p>



<p>BPS menilai perkembangan inflasi ini perlu menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan, khususnya pemerintah daerah, dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di Kabupaten Nunukan.(*)</p>
<div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">
 <a href="#" rel="nofollow" onclick="window.print(); return false;" title="Printer Friendly, PDF & Email">
 <img class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 170px;height: 24px;" />
 </a>
 </div>
This website uses cookies.