Categories: Nunukan

Laut Nunukan Diperebutkan Banyak Kepentingan, DPRD Akui Regulasi Tertinggal

Published by
admin

&NewLine;<p><strong>NUNUKAN<&sol;strong>&comma; <em>borderterkini&period;com<&sol;em> &&num;8211&semi; Dinamika pemanfaatan ruang laut di wilayah perbatasan Nunukan kian kompleks dan sarat konflik kepentingan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Kondisi tersebut mengemuka dalam audiensi Komisi II DPRD Nunukan bersama tim akademisi Universitas Airlangga &lpar;UNAIR&rpar; di ruang kerja Ketua DPRD Nunukan&comma; Selasa &lpar;13&sol;1&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Ketua Komisi II DPRD Nunukan&comma; Andi Fajrul Syam&comma; SH&comma; mengungkapkan bahwa ruang laut Nunukan saat ini menjadi ajang perebutan berbagai kepentingan&comma; mulai dari aktivitas budidaya perikanan&comma; pelayaran&comma; keselamatan navigasi&comma; hingga kebutuhan ekonomi masyarakat pesisir&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Ia menyebut fenomena race for space tak terelakkan ketika ruang laut dipersepsikan sebagai common property atau milik bersama&comma; sementara pengaturan dan pengawasan belum berjalan optimal&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Ketika aturan tertinggal dari dinamika di lapangan dan pengawasan lemah&comma; ego sektoral muncul&period; Saling klaim terjadi dan berujung pada tragedy of the commons atau tragedi kepemilikan bersama&comma;” ujar Andi Fajrul di hadapan akademisi UNAIR&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Menurutnya&comma; konflik ruang laut di Nunukan tidak lagi sebatas wacana akademik&period; Di lapangan&comma; benturan kepentingan telah nyata terjadi&comma; memunculkan ketidakpastian hukum dan memperpanjang potensi konflik antar pelaku usaha serta masyarakat pesisir&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Kondisi tersebut diperparah oleh lemahnya koordinasi lintas sektor&period; Aturan yang tidak adaptif dinilai gagal menjawab kebutuhan aktual masyarakat dan perkembangan aktivitas di wilayah perairan perbatasan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Dalam pertemuan itu&comma; Komisi II DPRD Nunukan juga menanggapi pemaparan UNAIR terkait rencana program Bahari Berdaya&period; Program pengabdian masyarakat ini dinilai relevan untuk mendukung penataan ekosistem laut melalui penguatan kapasitas masyarakat pesisir&comma; khususnya nelayan dan pelaku perikanan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Penataan ruang laut tidak cukup hanya lewat regulasi&period; Program seperti Bahari Berdaya penting karena menyentuh langsung masyarakat pesisir&comma; lewat peningkatan pemahaman dan keterampilan&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Program Bahari Berdaya dirancang untuk meningkatkan kapasitas komunitas pesisir melalui pelatihan&comma; lokakarya&comma; serta inovasi pascatangkap yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal dan kondisi lingkungan setempat&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Program ini juga mengembangkan kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara&comma; melibatkan nelayan&comma; pemuda lokal&comma; akademisi&comma; hingga mitra internasional&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Selain penguatan kapasitas&comma; program tersebut menghasilkan produk pengetahuan bersama seperti peta praktik bahari&comma; modul komunitas&comma; dan dokumentasi naratif yang dapat dimanfaatkan sebagai rujukan akademik maupun bahan perumusan kebijakan publik&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Andi Fajrul menegaskan&comma; pengelolaan laut Nunukan ke depan harus mengakui dan menghargai pengetahuan lokal masyarakat pesisir&comma; khususnya di wilayah Sebatik&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Pengetahuan tentang praktik perikanan&comma; pengelolaan laut&comma; dan tradisi bahari masyarakat lokal perlu dicatat dan dihargai agar pengelolaan perairan Nunukan berjalan lebih adil dan berkelanjutan&comma;” pungkasnya&period;&lpar;&ast;&rpar;<&sol;p>&NewLine;<div class&equals;"printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">&NewLine; <a href&equals;"&num;" rel&equals;"nofollow" onclick&equals;"window&period;print&lpar;&rpar;&semi; return false&semi;" title&equals;"Printer Friendly&comma; PDF & Email">&NewLine; <img class&equals;"pf-button-img" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;cdn&period;printfriendly&period;com&sol;buttons&sol;printfriendly-pdf-email-button&period;png" alt&equals;"Print Friendly&comma; PDF & Email" style&equals;"width&colon; 170px&semi;height&colon; 24px&semi;" &sol;>&NewLine; <&sol;a>&NewLine; <&sol;div>

admin

This website uses cookies.