Categories: Nunukan

Nunukan Kurangi Ketergantungan Impor Malaysia

Published by
admin

&NewLine;<p><strong>NUNUKAN<&sol;strong>&comma; <em>borderterkini&period;com<&sol;em>  – Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Koperasi&comma; UKM&comma; Perindustrian dan Perdagangan &lpar;DKUKMPP&rpar; mulai menyiapkan strategi baru untuk menjamin ketersediaan pasokan ikan di wilayah perbatasan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Langkah ini dilakukan dengan mengurangi ketergantungan pasokan dari Malaysia dan beralih ke sumber dalam negeri&period; Terutama ikan layang yang mulai langka sejak beberapa pekan terakhir&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Kepala DKUKMPP Nunukan&comma; Mukhtar&comma; mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada dua penguasa yang siap memasok ikan layang ke Nunukan dari wilayah Pati dan Demak&comma; Jawa Tengah&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Ikan yang ditawarkan sama&comma; bahkan kualitasnya lebih bagus&period; Selama ini ikan layang dari Malaysia disimpan lama di cold storage&comma; sehingga teksturnya menjadi keras&comma;” kata Mukhtar&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Menurutnya&comma; ikan layang dari dalam negeri juga melalui proses pembekuan&comma; namun tidak disimpan terlalu lama&period; Proses pengiriman direncanakan menggunakan kontainer pendingin &lpar;freezer container&rpar; dengan kapasitas sekitar 20 ton per kontainer&period; Waktu tempuh pengiriman dari Jawa ke Nunukan diperkirakan lima hari&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Mukhtar menjelaskan&comma; kebutuhan ikan layang di Nunukan rata-rata sekitar satu ton per hari&period; Dengan kapasitas tersebut&comma; satu kontainer dapat mencukupi kebutuhan hingga 20 hari&comma; sehingga pasokan tetap terjaga meski pengiriman tidak dilakukan setiap hari&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Selain faktor kualitas&comma; aspek legalitas menjadi pertimbangan utama&period; Mukhtar menegaskan bahwa pasokan ikan dari Malaysia selama ini rawan secara perizinan&comma; sementara distribusi antarwilayah di dalam negeri tidak mengalami kendala&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Kalau dari dalam negeri&comma; aman secara aturan dan administrasi&comma;” tegasnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Dari sisi harga&comma; ikan layang lokal juga dinilai lebih kompetitif&period; &OpenCurlyDoubleQuote;Kalau dari Malaysia harganya sekitar 10 ringgit atau Rp30 ribu&period; Dari Pati dan Demak harganya di kisaran itu&comma; bahkan bisa lebih murah&comma;” jelas Mukhtar&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Ia menambahkan&comma; langkah ini tidak hanya untuk mengatasi kelangkaan ikan&comma; tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha&comma; menekan disparitas harga&comma; serta memperkuat kemandirian pasokan pangan di Kabupaten Nunukan&period;<br><br>Namun begitu&comma; Mukhtar juga mengakui bahwa keterbatasan fasilitas cold storage di Nunukan menjadi tantangan tersendiri&period; Saat ini&comma; daerah belum memiliki gudang pendingin dengan kapasitas besar untuk menampung hingga ratusan ton ikan dalam waktu bersamaan&period; Karena itu&comma; skema pengiriman dari dalam negeri diatur bertahap agar stok tetap aman tanpa membebani fasilitas penyimpanan yang ada&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kalau satu kapal bisa membawa sampai seratu tong&comma; tidak mungkin langsung habis dalam sehari&period; Makanya selama ini ikan ditampung dan dibekukan dulu&period; Skema dari Pati dan Demak ini lebih realistis dengan kebutuhan kita&comma;” jelas Mukhtar&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Lebih jauh&comma; DKUKMPP berharap skema pasokan ikan dari dalam negeri ini dapat mendorong keterlibatan koperasi&comma; UMKM&comma; dan pelaku usaha lokal dalam rantai distribusi&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Pemerintah daerah membuka peluang bagi pengusaha lokal untuk menjadi distributor maupun pengelola penyimpanan&comma; sehingga perputaran ekonomi tetap terjadi di Nunukan&comma;&&num;8221&semi; bebernya&period;&lpar;&ast;&rpar;<&sol;p>&NewLine;<div class&equals;"printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">&NewLine; <a href&equals;"&num;" rel&equals;"nofollow" onclick&equals;"window&period;print&lpar;&rpar;&semi; return false&semi;" title&equals;"Printer Friendly&comma; PDF & Email">&NewLine; <img class&equals;"pf-button-img" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;cdn&period;printfriendly&period;com&sol;buttons&sol;printfriendly-pdf-email-button&period;png" alt&equals;"Print Friendly&comma; PDF & Email" style&equals;"width&colon; 170px&semi;height&colon; 24px&semi;" &sol;>&NewLine; <&sol;a>&NewLine; <&sol;div>

admin

This website uses cookies.