OPD Diminta Siaga Penuh Jelang Lebaran, Bupati Nunukan Ingatkan Pelayanan Jangan Kendor

NUNUKAN, borderterkini.com – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Nunukan memastikan seluruh pelayanan publik tetap berjalan maksimal.

Bahkan, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, SE secara tegas meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) meningkatkan kesiapsiagaan dan tidak mengendurkan pelayanan kepada masyarakat selama masa libur lebaran.

Penegasan tersebut disampaikan Irwan Sabri saat memimpin Rapat Koordinasi pimpinan perangkat daerah yang digelar di Ruang Rapat VIP Lantai IV Kantor Bupati Nunukan, Senin (16/3).

Rakor tersebut membahas sejumlah agenda penting terkait kesiapan pemerintah daerah menghadapi momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri, mulai dari stabilitas pelayanan publik, pengelolaan sampah, hingga kesiapsiagaan penanganan kebakaran.

Dalam arahannya, Irwan Sabri menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terhenti hanya karena momentum libur hari raya. Ia meminta seluruh OPD memastikan pelayanan dasar tetap berjalan dengan baik, sebelum maupun setelah Idul Fitri.

“Secara prinsip persiapan kita tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Tetapi saya minta seluruh OPD tetap melakukan pemantauan secara intensif sebelum dan sesudah hari raya agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” tegas Irwan Sabri.

Menurutnya, momentum lebaran biasanya diikuti dengan meningkatnya aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai persoalan jika tidak diantisipasi sejak dini oleh pemerintah daerah.

Salah satu hal yang menjadi perhatian serius Bupati Nunukan adalah persoalan pengelolaan sampah, yang kerap meningkat tajam saat hari raya.

Ia mengingatkan agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tidak lengah dalam mengantisipasi lonjakan volume sampah di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.

“Saya minta DLH benar-benar fokus terhadap penanganan sampah. Jangan sampai sampah dibiarkan menumpuk dan berhamburan karena itu bisa merusak kenyamanan masyarakat saat merayakan hari raya,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nunukan Dr. Meinstar Tololiu menjelaskan bahwa volume sampah yang diangkut setiap hari di wilayah Nunukan rata-rata mencapai 15 hingga 20 ton per hari.

Untuk mengatasi volume tersebut, DLH mengoperasikan sekitar 8 hingga 10 unit armada truk pengangkut sampah setiap hari.

Ia juga mengakui bahwa saat momentum hari raya biasanya terjadi peningkatan volume sampah yang cukup signifikan, sehingga frekuensi pengangkutan akan ditingkatkan.

“Biasanya pada saat hari raya pengangkutan sampah dilakukan dua kali sehari. Bahkan bisa berlangsung sejak pagi, siang hingga malam hari,” jelas Meinstar.

Menurutnya, operasional pengangkutan sampah selama masa Idul Fitri relatif tidak mengalami kendala berarti. Hal itu karena sebagian besar sopir armada pengangkut sampah merupakan tenaga non muslim sehingga tetap dapat bertugas selama hari raya.

Selain persoalan kebersihan lingkungan, rapat koordinasi tersebut juga menyoroti kesiapsiagaan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dalam mengantisipasi potensi kebakaran selama masa libur lebaran.

Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nunukan Wahyudi Kawariyin menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi sejak sebulan terakhir.

Saat ini, Damkar Nunukan menyiagakan 382 personel yang tersebar di 11 sektor pemadam kebakaran di seluruh wilayah Kabupaten Nunukan.
Seluruh personel tersebut disiagakan selama 24 jam penuh guna mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama momentum Idul Fitri.

“Seluruh personel kami siagakan 24 jam. Kami ingin memastikan jika terjadi kondisi darurat, petugas bisa segera merespons dengan cepat,” ujarnya.(*)

Tinggalkan Balasan