NUNUKAN, borderterkini.com – Kamis (26/2) menjadi tonggak sejarah baru bagi layanan kesehatan di wilayah perbatasan. RS Pratama Sebatik resmi mengoperasikan pelayanan kamar bedah yang ditandai dengan pelaksanaan operasi perdana.
Momentum ini disambut penuh rasa syukur oleh manajemen dan tenaga kesehatan, sekaligus membawa harapan besar bagi masyarakat Pulau Sebatik.
Hadirnya layanan kamar bedah menjadi jawaban atas kebutuhan warga akan akses kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan memadai tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
Direktur RS Pratama Sebatik, H. Abdul Rahim, SKM., MPH, menyampaikan bahwa pengoperasian kamar bedah merupakan capaian penting yang telah melalui proses panjang dan persiapan matang.
“Alhamdulillah, kita melaksanakan operasi perdana. Ini bukan hanya tentang satu tindakan medis, tetapi tentang harapan masyarakat perbatasan yang selama ini menunggu pelayanan yang lebih lengkap di daerahnya sendiri,” ujarnya pada Jumat (27/2).
Ia menjelaskan, selama ini pasien yang membutuhkan tindakan operasi tertentu harus dirujuk ke rumah sakit di luar Pulau Sebatik, bahkan ke luar kabupaten. Kondisi tersebut kerap menimbulkan persoalan, mulai dari keterbatasan transportasi, tambahan biaya, hingga risiko keterlambatan penanganan.
“Kita memahami betul kondisi geografis Sebatik sebagai wilayah perbatasan. Ketika pasien harus dirujuk, waktu menjadi faktor yang sangat krusial. Dengan adanya kamar bedah ini, kita ingin memangkas waktu tunggu dan mempercepat tindakan medis yang memang bisa ditangani di sini,” tegasnya.
Menurutnya, pengoperasian kamar bedah bukan keputusan yang diambil secara tergesa-gesa. Berbagai tahapan telah dilalui, mulai dari pemenuhan sarana dan prasarana, uji kelayakan peralatan, hingga kesiapan sumber daya manusia.
“Kami memastikan seluruh standar keselamatan pasien terpenuhi. Ruangan telah melalui proses sterilisasi sesuai prosedur, peralatan medis dipastikan berfungsi optimal, dan tim medis telah melakukan simulasi serta koordinasi sebelum operasi perdana dilaksanakan,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa aspek keselamatan pasien menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan.
“Kami tidak ingin sekadar memiliki fasilitas. Yang terpenting adalah bagaimana pelayanan itu aman, profesional, dan sesuai standar. Keselamatan pasien adalah prinsip utama yang tidak bisa ditawar,” katanya.
Lebih lanjut, Abdul Rahim menyebut bahwa keberadaan kamar bedah ini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di wilayahnya sendiri.
“Kami ingin masyarakat merasa yakin dan tenang berobat di RS Pratama Sebatik. Tidak semua kasus harus dirujuk keluar. Selama dapat ditangani di sini, tentu akan kami layani dengan maksimal,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh tenaga kesehatan yang terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan operasi perdana.
“Ini adalah hasil kerja tim. Mulai dari dokter, perawat, tenaga teknis, hingga manajemen, semua bekerja dengan penuh dedikasi. Di wilayah perbatasan dengan berbagai keterbatasan, semangat pengabdian menjadi kekuatan utama kami,” ungkapnya.
Ke depan, manajemen rumah sakit berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan pengembangan layanan.
“Beroperasinya kamar bedah ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Kami akan terus meningkatkan kompetensi tenaga medis, memperkuat sistem pelayanan, serta membuka peluang pengembangan layanan bedah sesuai kapasitas rumah sakit,” tambahnya.
Ia berharap dukungan dari seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, agar pelayanan kesehatan di Pulau Sebatik semakin maju.
“Kami memohon doa dan dukungan masyarakat. Rumah sakit ini milik kita bersama. Dengan sinergi dan kepercayaan, insyaallah pelayanan kesehatan di perbatasan akan semakin baik dan semakin membanggakan,” tutupnya.
Dengan beroperasinya kamar bedah di RS Pratama Sebatik, masyarakat Pulau Sebatik kini memiliki akses layanan operasi yang lebih dekat dan responsif.
“Fasilitas ini menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan dasar dan rujukan di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan,” pungkasnya.(*)





