Pasokan Ikan Nunukan Tersendat, ASPIN Soroti Penahanan Perahu dari Tawau

NUNUKAN – Kelangkaan ikan melanda pasar-pasar di Kabupaten Nunukan dalam sepekan terakhir. Imbasnya, harga ikan melonjak tajam setelah perahu pengangkut ikan dari Tawau, Malaysia, PMN MANAFMAN 02, diamankan aparat pada Kamis (14/8) lalu.

Ketua Asosiasi Pemasok Ikan Nunukan (ASPIN), Kasman Haruna, menegaskan penahanan itu langsung memukul rantai distribusi.

Dari 61 boks ikan yang diangkut, hanya sebagian yang sampai ke Pasar Jamaker dan pedagang di Sebuku, Seimanggaris, Kanduangan, serta Sebakis.
“Perahu itu hanya jasa angkut, ikan dipesan langsung oleh penjual di Sebuku. Tapi sejak ditahan, pasokan terputus dan harga naik di pasaran,” ujar Kasman.

Masalah muncul lantaran muatan ikan disebut tidak memiliki sertifikat kesehatan dari Tawau. Padahal, selama ini pasokan ikan dari Malaysia bisa masuk Nunukan tanpa persyaratan tersebut, karena hanya untuk konsumsi lokal.

ASPIN menilai aturan mendadak ini membuat masyarakat menjadi korban. Para pedagang di pasar mengaku kesulitan mendapatkan stok, sementara harga semakin tidak terkendali.

“Kalau distribusi terus terganggu, masyarakat kecil paling dirugikan. Ikan semakin mahal dan sulit dibeli,” kata Kasman.

Situasi ini juga menarik perhatian DPRD Nunukan. Dalam rapat gabungan komisi pada Jumat (22/8) lalu, para legislator bersama instansi teknis dan aparat keamanan mulai membahas jalan keluar agar kelangkaan ikan tidak berlarut-larut.

Ketua Komisi II DPRD Nunukan, Andi Fajrul Syam, memastikan lembaganya tidak tinggal diam.
“DPRD akan menindaklanjuti dan memperjuangkan kepentingan masyarakat serta pelaku usaha perikanan. Kelangkaan ikan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.(*)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan