Pekarangan Jadi Sumber Pangan, Desa Lapri Dipilih Jadi Percontohan

NUNUKAN, borderterkini.com – Upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga terus didorong Pemerintah Kabupaten Nunukan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga.

Di Pulau Sebatik, Desa Lapri, Kecamatan Sebatik Utara, ditetapkan sebagai salah satu lokasi percontohan (pilot project) program tersebut.

Program ini mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan agar lebih produktif dan mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangan rumah tangga secara mandiri.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan, Wiwi, mengatakan program ini bertujuan mengubah cara pandang masyarakat terhadap pekarangan rumah.

“Pekarangan tidak lagi hanya menjadi ruang kosong, tetapi bisa dimanfaatkan sebagai sumber pangan keluarga yang produktif,” ujarnya pada Senin (16/3).

Dalam tahap awal, pemerintah membentuk kelompok pelaksana ketahanan pangan keluarga yang melibatkan 40 kepala keluarga (KK) di Desa Lapri. Para peserta akan mendapatkan bantuan bibit tanaman serta pupuk untuk mendukung budidaya di pekarangan rumah.

Empat komoditas yang akan ditanam yakni kangkung, cabai, daun seledri, dan daun bawang, yang dinilai mudah dibudidayakan serta memiliki masa panen relatif cepat.

Program ini dirancang secara berkelanjutan. Tahap awal dimulai dari sosialisasi kepada masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan hingga pendampingan dalam proses penanaman dan pemeliharaan tanaman.

Wiwi menegaskan program ini tidak berhenti pada penyaluran bantuan bibit. Pemerintah juga menyiapkan pendampingan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar masyarakat memahami teknik penanaman dan perawatan tanaman secara baik.

“Kalau masyarakat konsisten merawat tanaman, selain untuk konsumsi keluarga, hasilnya juga bisa menambah pendapatan,” jelasnya.

Untuk memacu partisipasi warga, pemerintah juga akan menggelar lomba ketahanan pangan keluarga yang diikuti peserta dari RT 1, RT 2, dan RT 3 di Desa Lapri.

Dari lomba tersebut akan dipilih juara sebagai bentuk apresiasi bagi warga yang berhasil memanfaatkan pekarangan secara produktif.

Wiwi berharap Desa Lapri dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Pulau Sebatik dalam mengembangkan ketahanan pangan berbasis rumah tangga.

Ia menjelaskan, ketahanan pangan keluarga harus dimulai dari rumah tangga. Jika setiap keluarga mampu memproduksi sebagian kebutuhan pangannya sendiri, maka ketergantungan terhadap pasar dapat berkurang.

“Tidak harus lahan luas. Dengan pekarangan yang terbatas pun masyarakat tetap bisa menanam sayur-sayuran yang dibutuhkan sehari-hari. Yang penting ada kemauan dan konsistensi dalam merawat tanaman,” jelasnya.

Menurutnya, pemilihan komoditas kangkung, cabai, seledri, dan daun bawang juga didasarkan pada pertimbangan kebutuhan rumah tangga serta kemudahan dalam budidaya.

“Tanaman ini relatif mudah ditanam, masa panennya cepat, dan sangat sering digunakan dalam kebutuhan dapur sehari-hari. Jadi manfaatnya langsung dirasakan oleh keluarga,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada komitmen masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan rumah secara berkelanjutan.

“Kalau masyarakat serius menjalankan program ini, manfaatnya tidak hanya untuk konsumsi keluarga, tetapi juga bisa menjadi tambahan pendapatan apabila hasilnya melimpah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Lapri Syamsu Rijal berharap masyarakat, khususnya warga di RT 1, RT 2, dan RT 3, dapat memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga yang produktif.

“Pemanfaatan pekarangan rumah tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga berpotensi mengurangi pengeluaran rumah tangga, terutama di tengah meningkatnya harga bahan pangan di pasaran,” terangnya.

Untuk itu, dia mengaku program ini sangat baik untuk masyarakat. Sebelumnya kegiatan pemanfaatan pekarangan pernah dilakukan melalui dana desa, namun keterbatasan anggaran membuat program tersebut belum berjalan maksimal.(*)

Tinggalkan Balasan