<p class="wp-block-paragraph"><strong>NUNUKAN</strong>, <em>borderterkini.com</em> – Pemerintah Kabupaten Nunukan memperkuat koordinasi dengan Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) untuk memastikan upaya konservasi kawasan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.<br><br>Penguatan sinergi tersebut mengemuka dalam pertemuan jajaran Balai TNKM dengan Pemkab Nunukan yang diterima Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Nunukan Raden Iwan Kurniawan di ruang kerjanya, Jumat (18/9/2026).<br><br>Iwan mengatakan, kolaborasi dengan Balai TNKM menjadi penting karena sebagian kawasan kerja taman nasional berada di wilayah administrasi Kabupaten Nunukan, terutama kawasan Dataran Tinggi Krayan dan Kecamatan Lumbis.<br><br>“Kami menyambut baik dan bersyukur atas silaturahmi ini. Harapan kami, koordinasi ini dapat semakin meningkatkan sinergisitas antara Pemkab Nunukan dengan Balai TN Kayan Mentarang,” ujar Iwan.<br><br>Menurutnya, keberadaan kawasan konservasi harus tetap dijaga, namun pada saat yang sama keberadaan kawasan tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat yang hidup di sekitarnya.<br><br>“Keberadaan dan kelestarian alam ini harus memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat melalui program-program pemberdayaan,” tegasnya.<br><br>Dalam pertemuan itu, Pemkab Nunukan dan Balai TNKM juga membahas peluang pengembangan potensi wilayah, termasuk kajian bersama mengenai ekowisata berbasis kearifan lokal di kawasan Krayan.<br><br>Iwan menilai Krayan memiliki modal yang kuat untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata karena ditopang kekayaan alam serta keunikan budaya masyarakat setempat.<br><br>“Potensi yang ada di Krayan sangat besar. Ini perlu dikaji dan dikembangkan secara matang agar kelestarian alam tetap terjaga, sementara masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi,” katanya.<br><br>Sementara itu, Kepala Balai TNKM Seno Pramudito menegaskan pihaknya terbuka untuk memperkuat kolaborasi dengan Pemkab Nunukan. Menurutnya, komunikasi antara pengelola kawasan konservasi dan pemerintah daerah diperlukan agar program yang dijalankan tidak berjalan sendiri-sendiri.<br><br>“Tujuan kami adalah bersilaturahmi dan berkoordinasi mengenai hal-hal yang bisa dikolaborasikan dan disinergikan,” kata Seno.<br><br>Ia menegaskan, konservasi tidak hanya berbicara mengenai perlindungan kawasan, tetapi juga berkaitan dengan keberadaan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan taman nasional.<br><br>“Kelestarian kawasan Taman Nasional dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya adalah tujuan bersama,” ujarnya.<br><br>Seno menyebut Balai TNKM selama ini juga memberikan dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tercatat sebanyak 23 kelompok masyarakat telah mendapatkan bantuan usaha produktif dengan total anggaran mendekati Rp1 miliar.<br><br>Dukungan tersebut disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah. Di antaranya pengembangan komoditas lokal berupa kopi Krayan melalui pembagian bibit kopi unggulan.<br><br>Selain itu, Balai TNKM memberikan dukungan sarana pertanian, termasuk bantuan hand tractor untuk menunjang produktivitas lahan masyarakat.<br><br>Dukungan juga menyasar sektor kebudayaan melalui pengembangan usaha kerajinan dan pakaian adat tradisional masyarakat setempat.<br><br>“Bantuan yang diberikan kami sesuaikan dengan kebutuhan lokal dan potensi masyarakat. Kami ingin program konservasi juga dapat berjalan bersama dengan pemberdayaan masyarakat,” jelas Seno.<br><br>Ke depan, Balai TNKM menyatakan siap menyelaraskan program konservasi dengan agenda pembangunan masyarakat yang dijalankan Pemkab Nunukan.<br><br>“Kami sangat mendukung program-program Pemda Nunukan dan siap meningkatkan komunikasi agar target bersama ini dapat tercapai,” tegasnya.<br><br>Penguatan komunikasi tersebut diharapkan membuka ruang kerja sama yang lebih luas, terutama dalam pengembangan potensi Krayan dengan tetap memperhatikan prinsip konservasi, kearifan lokal, dan keberlanjutan.<br><br>Pemkab Nunukan dan Balai TNKM juga mendorong agar potensi ekowisata tidak dikembangkan secara terburu-buru, melainkan melalui kajian dan perencanaan yang matang sehingga aktivitas ekonomi tidak mengorbankan fungsi kawasan konservasi.(*)</p>
<div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">
 <a href="#" rel="nofollow" onclick="window.print(); return false;" title="Printer Friendly, PDF & Email">
 <img class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 170px;height: 24px;" />
 </a>
 </div>
This website uses cookies.