PMI Nunukan Akui Donor Turun Saat Puasa, Sempat Kehabisan AB

NUNUKAN, borderterkini.com – Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nunukan mengakui sempat mengalami kekosongan stok golongan darah AB di tengah adanya permintaan mendesak dari salah satu rumah sakit di Nunukan.

Permintaan tersebut masuk untuk kebutuhan dua kantong darah golongan AB bagi seorang pasien yang tengah menjalani perawatan. Namun saat laporan diterima, stok AB di PMI dalam kondisi kosong.

Manajer Mutu PMI Kabupaten Nunukan, Siti Wayhida, mengatakan situasi itu terjadi karena dalam beberapa pekan terakhir jumlah pendonor mengalami penurunan.

“Memang ada penurunan donor, apalagi ini memasuki bulan puasa. Biasanya aktivitas masyarakat berubah dan sebagian pendonor memilih menunda karena kondisi fisik,” terangnya pada Senin (2/3).

Menurutnya, golongan darah AB termasuk yang jumlah pendonornya relatif lebih sedikit dibanding golongan lain. Kondisi ini membuat stok lebih cepat menipis ketika ada permintaan mendadak.

Begitu menerima informasi dari rumah sakit, PMI langsung menghubungi pendonor aktif yang terdata dalam sistem. Koordinasi dilakukan secara cepat agar kebutuhan pasien tidak tertunda terlalu lama.

“Kami langsung hubungi beberapa pendonor tetap. Alhamdulillah tadi kemarin malam, Jumat (27/2), kebutuhan dua kantong itu sudah terpenuhi dan langsung disalurkan ke rumah sakit,” jelasnya.

Ia memastikan kondisi pasien yang membutuhkan darah tersebut telah tertangani setelah stok berhasil dipenuhi.

Sementara itu, untuk ketersediaan stok secara umum, PMI menyebut kondisi per Sabtu (28/2) masih dalam batas aman untuk golongan darah A dan B. Kedua golongan tersebut tersedia dan siap didistribusikan sesuai permintaan fasilitas kesehatan.

Namun, Wayhida mengingatkan bahwa stok darah bersifat dinamis. Permintaan dapat meningkat sewaktu-waktu, terutama dalam kondisi darurat atau kasus medis tertentu yang membutuhkan transfusi segera.

Selain itu, kebutuhan komponen tertentu seperti trombosit atau darah segar tidak bisa sepenuhnya mengandalkan stok penyimpanan karena masa simpannya yang terbatas.

“Trombosit itu masa simpannya singkat, jadi sering kali harus menyesuaikan dengan donor langsung sesuai kebutuhan pasien,” terangnya.

PMI pun mengajak masyarakat Nunukan untuk tetap rutin mendonorkan darah, termasuk di bulan Ramadan, dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.

“Donor darah bisa dilakukan setelah berbuka puasa atau di waktu yang memungkinkan. Kami sangat membutuhkan partisipasi masyarakat agar stok tetap stabil dan siap saat kondisi darurat,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan