<p>NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan kembali menegaskan komitmennya dalam menjamin akses transportasi bagi masyarakat wilayah perbatasan.</p>



<p>Awal 2026 ini, Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Penumpang resmi diluncurkan untuk melayani rute Nunukan–Krayan, dengan total anggaran mencapai Rp 8,6 miliar.</p>



<p>Peluncuran SOA penumpang tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Nunukan H. Irwan Sabri bersama unsur Forkopimda, Selasa (6/1).</p>



<p>Program ini melayani penerbangan pulang pergi Nunukan–Long Bawan dan Nunukan–Binuang, yang selama ini menjadi satu-satunya moda transportasi utama bagi masyarakat Krayan.</p>



<p>Bupati Irwan Sabri menyampaikan bahwa SOA penumpang merupakan program strategis yang sangat dibutuhkan masyarakat. Kondisi geografis wilayah Krayan yang sulit dijangkau membuat transportasi udara menjadi kebutuhan utama, bukan sekadar alternatif.</p>



<p>&#8220;Tanpa subsidi, harga tiket pesawat ke Krayan sangat mahal dan memberatkan masyarakat. Karena itu pemerintah hadir untuk memastikan akses transportasi tetap terjangkau,” ujar Irwan Sabri.</p>



<p>Pemkab Nunukan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 8,6 miliar untuk mendukung operasional SOA penumpang sepanjang tahun 2026. Program ini dijalankan lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya dan akan berlangsung mulai 6 Januari hingga Desember 2026, dengan frekuensi penerbangan empat kali dalam sepekan.</p>



<p>Irwan Sabri menegaskan, SOA penumpang menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam melayani sekitar 25 ribu warga yang bermukim di wilayah Krayan. Ia berharap program ini dapat terus berlanjut hingga infrastruktur darat di wilayah tersebut benar-benar memadai.</p>



<p>&#8220;Saya ingatkan agar dilakukan langkah antisipasi lonjakan penumpang pada momen tertentu, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru nanti membuat mobilitas masyarakat Krayan meningkat tajam,&#8221; pungkasnya.<br><br>Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Nunukan, Rohadiansyah, menjelaskan bahwa program SOA penumpang bertujuan menjaga konektivitas antarwilayah sekaligus menekan disparitas harga tiket pesawat.<br>Melalui subsidi ini, masyarakat hanya membayar tiket sebesar Rp 524 ribu per orang. Padahal, tanpa subsidi, harga tiket penerbangan ke Krayan bisa mencapai Rp 1,2 juta.</p>



<p>“SOA ini bukan hanya soal transportasi, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, dan pelayanan sosial masyarakat di wilayah perbatasan,” jelas Rohadiansyah.</p>



<p>Untuk rute Nunukan–Long Bawan pulang pergi, dijadwalkan sebanyak 468 penerbangan sepanjang 2026. Sementara rute Nunukan–Binuang pulang pergi sebanyak 104 penerbangan. Seluruh layanan SOA penumpang tahun ini dioperasikan oleh PT ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air).</p>



<p>Pemkab Nunukan berharap masyarakat Krayan tetap terhubung dengan pusat pemerintahan dan layanan publik, serta tidak terisolasi akibat keterbatasan infrastruktur,&#8221; pungkasnya.(*)</p>
<div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">
 <a href="#" rel="nofollow" onclick="window.print(); return false;" title="Printer Friendly, PDF & Email">
 <img class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 170px;height: 24px;" />
 </a>
 </div>
This website uses cookies.