<p>NUNUKAN &#8211; Komisi II DPRD Nunukan menggelar kunjungan kerja ke Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, untuk melihat langsung pengolahan rumput laut yang berhasil diterapkan di daerah tersebut.</p>
<p>Kunjungan ini dipimpin oleh Ketua Komisi II Andi Fajrul Syam, SH, bersama sejumlah anggota Komisi II, diantaranya H Firman Latif dan Triwahyuni .</p>
<p>Ketiga anggota DPRD Nunukan ini tertarik untuk mempelajari sistem pengolahan rumput laut yang dinilai sukses dan dapat menjadi model untuk dikembangkan di Kabupaten Nunukan.</p>
<p>Dalam kunjungan itu, Andi Fajrul Syam mengatakan bahwa Kabupaten Nunukan memiliki potensi besar dalam pengolahan rumput laut, namun masih membutuhkan pembelajaran dan inovasi untuk mengoptimalkan hasilnya.</p>
<p>Ia berharap kunjungan ke Pinrang dapat memberikan wawasan baru bagi anggota legislative dalam merumuskan kebijakan industri rumput laut di Kabupaten Nunukan.</p>
<p>&#8220;Kami ingin melihat secara langsung proses pengolahan yang sudah terbukti sukses di sini dan menggali ilmu yang bisa kami bawa pulang untuk diterapkan di Nunukan,&#8221; ujar Andi Fajrul.</p>
<p>Dikonfirmasi usai melaksanakan kunjungan kerja, H Firman Latif menjelaskan Industri pengolahan rumput laut di Kabupaten Pinrang berkembang yang memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat, terutama stabilitas harga.</p>
<p>Menurutnya keberhasilan pengolahan rumput laut ini juga meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pinrang.</p>
<p>Karena itu kedepan, kata Andi Firman, DPRD Nunukan akan mengupayakan MoU atau Kerja sama antara Pemda Kabupaten Nunukan dan Pemda Pinrang, sebagai upaya untuk mendukung kestabilan harga dan pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>Rumput Laut merupakan potensi budidaya yang menjanjikan bagi masyarakat, namun juga memiliki beberapa kendala terutama soal perbedaan kadar rumput laut yang dikirimkan ke pabrik.</p>
<p>Andi Firman menjelaskan, rumput laut yang dikirim dari Nunukan memiliki kadar yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang berasal dari Pineang, sehingga memerlukan pengolahan lebih lanjut sebelum masuk ke pabrik.</p>
<p>“Di Nunukan, kadar rumput lautnya rata-rata 40, sementara standar pabrik adalah 37. Jadi, untuk memenuhi standar pabrik, rumput laut dari Nunukan harus diproses terlebih dahulu untuk mengurangi kadar airnya,” ujarnya.</p>
<p>Meskipun pengolahan ulang ini dapat mempengaruhi harga, dengan kadar yang lebih rendah, pabrik-pabrik di Makassar tetap membeli rumput laut dengan harga standar sekitar Rp 19.000 per kilogram.</p>
<p>Hal ini membuka peluang bagi pengusaha lokal dan petani rumput laut untuk mendapatkan keuntungan lebih, meskipun harus mempertimbangkan biaya pengolahan dan pengiriman.</p>
<p>Karena itu, Komisi II DPRD Nunukan berencana untuk terus memantau perkembangan pengolahan rumput laut di Pinerang dan Kabupaten Menuhkan, serta melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait untuk memastikan agar proses ini berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.</p>
<p>“Jika kerjasama ini berhasil, tentu akan memberikan keuntungan tidak hanya bagi Pemda tetapi juga bagi masyarakat yang sejahtera karena usaha ini,” tambahnya.</p>
<p>Selain itu, dalam kunjungan kerja ini, Komisi II DPRD Nunukan juga mempelajari berbagai aspek teknis terkait budidaya dan pengolahan rumput laut, mulai dari metode penanaman, proses pengeringan, hingga strategi pemasaran.</p>
<p>Ketua Komisi II berharap setelah kunjungan ini, Komisi II DPRD Nunukan dapat merancang program yang tepat untuk mendorong pengolahan rumput laut di Kabupaten Nunukan.</p>
<p>&#8220;Kami akan segera menyusun langkah-langkah konkret untuk mengimplementasikan hasil kunjungan ini, termasuk menjalin kerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk memajukan sektor rumput laut di Nunukan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dengan potensi yang ada, komisi II DPRD Nunukan optimis pengolahan rumput laut dapat menjadi sumber pendapatan yang signifikan bagi masyarakat dan dapat meningkatkan kesejahteraan di Kabupaten Nunukan.(*/dprdnnk)</p>
<div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">
 <a href="#" rel="nofollow" onclick="window.print(); return false;" title="Printer Friendly, PDF & Email">
 <img class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 170px;height: 24px;" />
 </a>
 </div>
This website uses cookies.