NUNUKAN, borderterkini.com – Mewakili Bupati Nunukan, Wakil Bupati Nunukan Hermanus S Sos hadir pada acara syukuran rumah Adat Toraja yang dibangun oleh keluarga besar Bapak Titus Takke di Jalan Pongtiku RT. 16, Rabu (25/03).
Mangrara Banua adalah upacara syukuran adat Toraja untuk meresmikan rumah adat Tongkonan yang baru dibangun atau direnovasi. Ritual ini masuk dalam rangkaian Rambu Tuka’ (sukacita), bertujuan mempererat kekeluargaan, mengucap syukur kepada Sang Pencipta, serta menaikkan status sosial keluarga.
Prosesi ini melibatkan pemotongan babi dalam jumlah besar yang bisa mencapai ratusan ekor sebagai bentuk syukuran sehingga suasananya meriah.
Tradisi ini merupakan salah satu di antara banyaknya budaya masyarakat Toraja dimana adat syukuran Mangrara Banua menjadi pesta yang besar.
Dalam kesempatan itu, Wabup Hermanus mengatakan bahwa acara tersebut merupakan momentum kekeluargaan yang patut diwariskan dan dilestarikan oleh anak cucu.
Dengan slogan Toraja “Misa’ Kada Dipotuo, Pantan Kada Dipomate”, yang berarti “Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh”, ia mengajak untuk terus bergotong-royong dengan kebersamaan dan kekeluargaan.
“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung acara budaya seperti ini yang merupakan suatu sarana yang terhubung untuk membangun bersama dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan” ucapnya.
Di akhir sambutannya Wabup Hermanus mengajak masyarakat untuk bersama sama dengan pemerintah daerah untuk membangun Kabupaten Nunukan dengan menjaga persatuan serta menciptakan kebersamaan menuju Kabupaten Nunukan yang lebih baik.(*)
Tradisi Mangrara Banua Toraja, Wabup Hermanus sebut Momentum Kekeluargaan





