Categories: Nunukan

Warga Mamolo Mulai Geram, Satu Ekor Buaya Dibunuh

Published by
admin

&NewLine;<p>NUNUKAN – Insiden diterkamnya seorang bocah berusia 6 tahun oleh buaya di bantaran Sungai Mamolo benar-benar memicu kemarahan warga&period; <&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Kesabaran masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan ancaman buaya akhirnya habis&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Hal itu dilihat dari pembunuhan satu ekor buaya&comma; sekira pukul 15&period;00 WITA&comma; Minggu &lpar;1&sol;2&rpar; sore&period; Peristiwa ini bertepatan dengan kondisi air sungai yang mulai surut&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Momentum tersebut dimanfaatkan warga untuk melakukan pengejaran terhadap seekor buaya yang selama ini kerap muncul di sekitar permukiman dan lokasi aktivitas warga&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Menurut Kamaruddin&comma; warga Mamolo&comma; aksi pembunuhan buaya berlangsung cukup lama dan tidak mudah&period; Buaya tersebut sempat memberikan perlawanan meski telah diserang berkali-kali&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Awalnya buaya itu diparangi beberapa kali&comma; tapi masih hidup dan terus bergerak&period; Setelah itu ditembak menggunakan senapan angin&comma; tapi masih juga berusaha melarikan diri&comma;” ujar Kamaruddin pada Minggu &lpar;2&sol;2&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Karena upaya tersebut belum berhasil melumpuhkan buaya&comma; warga akhirnya mengambil langkah terakhir&period; Dengan alat seadanya&comma; warga menombak buaya hingga akhirnya hewan buas itu benar-benar mati di tempat&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kita tidak tahu apakah buaya yang menyerang anak 6 tahun kemarin atau tidak&period; Karena disini banyak buaya tidak bisa dibedakan&comma;&&num;8221&semi; pungkasnya&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Aksi ini&comma; lanjut Kamaruddin&comma; bukan dilakukan tanpa alasan&period; Ketakutan dan trauma warga&comma; terutama setelah insiden yang menimpa anak kecil&comma; membuat situasi di Mamolo semakin mencekam&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Ini sudah sangat meresahkan&period; Kami takut anak-anak&comma; takut juga orang dewasa yang biasa beraktivitas di sungai&period; Kejadian kemarin itu sudah puncaknya&comma;” katanya&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Kamaruddin menegaskan&comma; buaya yang dibunuh tersebut bukanlah buaya berukuran besar&period; Panjangnya diperkirakan hanya sekitar satu meter lebih&period; Namun&comma; hal itu justru menambah kekhawatiran warga&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Yang dibunuh ini ukurannya tidak besar&period; Di Mamolo masih banyak buaya lain yang ukurannya jauh lebih besar dan masih bebas berkeliaran sampai sekarang&comma;” ungkapnya&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Menurut warga&comma; kemunculan buaya di Sungai Mamolo bukanlah hal baru&period; Namun dalam beberapa waktu terakhir&comma; intensitas kemunculannya semakin sering dan semakin dekat dengan permukiman&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Dulu masih jarang muncul&comma; sekarang hampir tiap hari warga lihat&period; Sudah tidak takut lagi sama manusia&comma;” kata Kamaruddin&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Ironisnya&comma; lanjut dia&comma; sebenarnya telah direncanakan pertemuan resmi antara warga dan pihak kelurahan untuk membahas langkah penanganan buaya di wilayah Mamolo&period; Rapat tersebut dijadwalkan digelar di kantor kelurahan pada Senin &lpar;2&sol;2&rpar;&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Besok sebenarnya mau dirapatkan di kantor kelurahan&comma; untuk cari solusi soal buaya&period; Tapi warga sudah tidak bisa menunggu lagi&period; Rasa takut dan emosi sudah campur jadi satu&comma;” jelasnya&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Warga menilai&comma; jika tidak segera ditangani secara serius oleh pemerintah daerah dan instansi terkait&comma; ancaman buaya dikhawatirkan akan kembali memakan korban&comma; terutama anak-anak yang sering bermain di sekitar sungai&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&&num;8220&semi;Kami berharap ada tindakan nyata&period; Jangan sampai setelah ada korban baru semua bergerak&comma;” tegas Kamaruddin&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Hingga kini&comma; warga Mamolo masih diliputi rasa was-was&period; Meski satu ekor buaya telah dibunuh&comma; ancaman buaya lain yang berukuran lebih besar masih menghantui kehidupan masyarakat di bantaran Sungai Mamolo&period;&lpar;&ast;&rpar;<&sol;p>&NewLine;<div class&equals;"printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">&NewLine; <a href&equals;"&num;" rel&equals;"nofollow" onclick&equals;"window&period;print&lpar;&rpar;&semi; return false&semi;" title&equals;"Printer Friendly&comma; PDF & Email">&NewLine; <img class&equals;"pf-button-img" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;cdn&period;printfriendly&period;com&sol;buttons&sol;printfriendly-pdf-email-button&period;png" alt&equals;"Print Friendly&comma; PDF & Email" style&equals;"width&colon; 170px&semi;height&colon; 24px&semi;" &sol;>&NewLine; <&sol;a>&NewLine; <&sol;div>

admin

This website uses cookies.