Banjir Mulai Masuk Permukiman, Dua RT Desa Atap Tergenang 60 Cm

NUNUKAN, borderterkini.com – Ketinggian muka air (TMA) di Kecamatan Sembakung kembali mengalami kenaikan pada hari kedua, Selasa (19/5). Dampaknya, banjir mulai merendam permukiman warga di Desa Atap.

Berdasarkan pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, tinggi muka air Sungai Sembakung pada pukul 07.30 WITA tercatat mencapai 3,60 meter.

Angka tersebut naik 20 sentimeter dari posisi sehari sebelumnya yang berada di level 3,40 meter.

Kepala Subsi Bidang Penyelamatan dan Evaluasi BPBD Nunukan, Hasanuddin, menjelaskan kenaikan debit air dipicu kiriman dari wilayah Kecamatan Lumbis.

Secara keseluruhan, ketinggian air kini sudah naik sekitar 60 sentimeter dari kondisi normal sungai yang berada di kisaran 3 meter.

“Terjadi kenaikan sekitar 60 sentimeter dari posisi normal. Saat ini aktivitas masyarakat masih berjalan normal, namun kami terus melakukan pemantauan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, banjir telah berdampak pada dua RT di Desa Atap. Air mulai menggenangi kawasan permukiman warga dengan ketinggian sekitar 60 sentimeter.

“Wilayah terdampak berada di Desa Atap, sebanyak dua RT sudah tergenang. Ketinggian air di permukiman mencapai sekitar 60 sentimeter,” jelasnya.

BPBD Nunukan terus melakukan langkah antisipasi dengan memantau perkembangan kondisi di lapangan serta berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan pemerintah desa.

Sejumlah peralatan penanggulangan bencana juga telah disiagakan untuk menghadapi potensi peningkatan debit air.

“Armada mobil slip on BPBD, kendaraan roda dua, serta long boat sudah standby bersama personel BPBD Pos Kecamatan, kecamatan, dan desa,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan