<p><strong>NUNUKAN</strong>, <em>borderterkini.com</em> Akses kehidupan warga di wilayah Sei Limau kembali kembali lumpuh. Hal itulah runtuhnya jembatan utama di desa tersebut pada Kamis (6/11).</p>



<p>Imbasnya, puluhan pelajar tak bisa bersekolah dan membuat aktivitas belajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Furqan terhenti total serta roda ekonomi masyarakat sekitar tersendat.</p>



<p>Peristiwa ini terjadi akibat derasnya arus sungai yang mengikis pondasi jembatan hingga akhirnya ambruk. Struktur kayu dan besi yang menjadi satu-satunya jalur penghubung antara pemukiman warga dengan sekolah serta jalan utama itu kini hanyut terbawa arus.</p>



<p>“Arus sungai sangat deras dan menggerus sisi jembatan. Tumpuannya melemah hingga akhirnya roboh. Sekarang, tidak bisa dilalui pejalan kaki maupun kendaraan,” ujar Camat Sebatik Tengah, Aris Nur, saat dikonfirmasi Kamis siang.</p>



<p>Jembatan tersebut selama ini menjadi urat nadi mobilitas warga Sungai Limau. Akibat kerusakan itu, sekitar 23 kepala keluarga kini terisolasi dan kesulitan beraktivitas. Mereka tak bisa mengangkut hasil kebun, berbelanja kebutuhan pokok, atau mengantar anak-anak ke sekolah.</p>



<p>“Selain anak sekolah, warga juga kesulitan keluar masuk karena tidak ada jalan alternatif. Ini benar-benar memutus kehidupan sosial dan ekonomi mereka,” imbuh Aris.</p>



<p>Sebanyak 50 siswa MI Darul Furqan kini terpaksa belajar di rumah. Upaya melaksanakan pembelajaran jarak jauh nyaris mustahil dilakukan karena akses internet di wilayah tersebut sangat terbatas. Para guru pun hanya bisa memantau keadaan murid dari kejauhan sambil menunggu akses jalan kembali terbuka.</p>



<p>&#8220;Kami juga sudah melaporkan kondisi tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Sekretaris Daerah dan berkoordinasi dengan BPBD serta Dinas Sosial PPPA untuk penanganan darurat,&#8221; terangnya.<br>Selain itu, kata dia, Pemerintah Kecamatan Sebatik Tengah bersama personel Pos Pamtas Bukit Keramat langsung turun tangan membantu warga membersihkan material jembatan yang roboh.</p>



<p>“Kami masih menunggu alat berat untuk membantu pembuatan jembatan darurat, agar kendaraan roda dua bisa melintas kembali. Saat ini sementara dilakukan gotong royong dengan warga dan aparat,” terang Aris.</p>



<p>Dia berharap pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti laporan tersebut melalui langkah tanggap darurat infrastruktur. Pasalnya, jembatan Sungai Limau bukan hanya akses lokal, tetapi juga menjadi jalur penghubung penting bagi warga dan pelajar di kawasan tapal batas.</p>



<p>“Bagi kami, jembatan ini bukan sekadar jalan, tapi harapan. Tanpa jembatan, anak-anak kami tak bisa ke sekolah dan kehidupan kami seolah berhenti,” tutur seorang warga Sungai Limau yang ditemui di lokasi kejadian.(*)</p>
<div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">
 <a href="#" rel="nofollow" onclick="window.print(); return false;" title="Printer Friendly, PDF & Email">
 <img class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 170px;height: 24px;" />
 </a>
 </div>
This website uses cookies.