<p class="wp-block-paragraph"><strong>NUNUKAN</strong>, <em>borderterkini.com</em> – Seorang nelayan asal Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, ditemukan meninggal dunia di atas perahunya setelah sempat dilaporkan hilang kontak saat melaut di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia, Selasa (14/7).<br><br>Korban diketahui bernama Asis (62), warga Jalan Bhayangkara RT 009, Desa Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur. Ia sehari-hari bekerja sebagai nelayan dan berangkat melaut menggunakan KM SKPT Sebatik, perahu berwarna biru berlis putih berukuran 2 GT dengan mesin 15 PK.<br><br>Komandan Posal Sei Pancang, Kapten Laut (S) Sugeng Tri Mulyanto, mengatakan laporan hilangnya kontak dengan korban diterima sekitar pukul 12.00 Wita dari Ketua Himpunan Nelayan Sebatik, Tamrin.<br><br>&#8220;Setelah menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan Posal Sei Nyamuk dan meneruskan informasi kepada KRI Terapang yang saat itu berada di sekitar perairan Sebatik untuk membantu melakukan pemantauan,&#8221; kata Sugeng.<br><br>Namun, operasi pencarian belum dapat dilakukan saat itu karena kondisi air laut sedang surut. Perahu dan speed boat yang akan digunakan tim pencari tidak dapat bergerak lantaran kandas.<br><br>Memasuki pukul 16.30 Wita, setelah air laut pasang, tim gabungan yang terdiri dari personel Posal Sei Pancang, Satgas Kopaska, Polairud, serta masyarakat nelayan Sebatik bergerak menyisir perairan yang diduga menjadi lokasi terakhir korban.<br><br>Sekitar pukul 16.55 Wita, tim menemukan sebuah perahu yang sesuai dengan ciri-ciri milik korban di koordinat 04°10&#8217;38&#8221; LU dan 117°55&#8217;56&#8221; BT, wilayah perairan perbatasan Indonesia-Malaysia.<br><br>&#8220;Saat dilakukan pemeriksaan, korban ditemukan seorang diri di atas perahu dalam kondisi tidak bergerak dan diduga telah meninggal dunia. Selanjutnya korban bersama perahunya kami evakuasi menuju rumah duka di Desa Sungai Nyamuk,&#8221; ujarnya.<br><br>Sugeng menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian, mulai dari Satgas Kopaska, Polairud hingga masyarakat nelayan yang ikut membantu proses evakuasi.<br><br>&#8220;Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Sinergi seluruh unsur di lapangan membuat proses pencarian dan evakuasi dapat berjalan dengan cepat,&#8221; ucapnya.<br><br>Hingga operasi SAR dinyatakan selesai, situasi berlangsung aman dan kondusif. Sementara itu, penyebab pasti meninggalnya korban masih menunggu penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.(*)</p>
<div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">
 <a href="#" rel="nofollow" onclick="window.print(); return false;" title="Printer Friendly, PDF & Email">
 <img class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 170px;height: 24px;" />
 </a>
 </div>
This website uses cookies.