<p><strong>NUNUKAN</strong>, <em>borderterkini.com</em> – Badan Pusat Statistik Kabupaten Nunukan mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Kabupaten Nunukan pada April 2026 mencapai 3,67 persen.</p>



<p>Angka tersebut diperoleh dari kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,1 pada April 2025 menjadi 109,07 pada April 2026.<br></p>



<p>Kepala BPS Nunukan, Iskandar Ahmaddien menjelaskan, tekanan inflasi tahunan kali ini dipicu kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran masyarakat.</p>



<p>Menurutnya, dinamika harga masih dipengaruhi faktor global, distribusi, serta permintaan masyarakat yang terus bergerak.</p>



<p>“Secara umum terjadi kenaikan harga di berbagai kelompok pengeluaran. Ini menandakan daya beli masyarakat tetap bergerak, namun di sisi lain memberikan tekanan pada inflasi tahunan,” ujarnya pada Selasa (5/5).</p>



<p>Ia menegaskan, kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya mencatat kenaikan tertinggi sebesar 8,94 persen. Lonjakan ini menjadi sinyal meningkatnya biaya kebutuhan nonprimer masyarakat.</p>



<p>“Kelompok ini melonjak paling tinggi karena salah satunya dipicu kenaikan harga emas perhiasan. Komoditas ini sangat sensitif terhadap pergerakan harga global,” jelasnya.</p>



<p>Selain itu, kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 5,57 persen. Menurutnya, kenaikan harga bahan baku pangan ikut memengaruhi tarif makanan siap saji.</p>



<p>“Kenaikan harga beras, ayam ras, telur, hingga bahan segar seperti tomat berdampak langsung pada harga makanan di restoran maupun warung makan,” katanya.</p>



<p>Dia mengatakan emas perhiasan sebagai komoditas penyumbang inflasi tahunan terbesar dengan andil 0,44 persen. Disusul nasi dengan lauk sebesar 0,28 persen, beras 0,23 persen, serta tomat 0,14 persen.</p>



<p>Selain itu, dia menilai tingginya kontribusi emas perhiasan menunjukkan masyarakat masih menjadikannya sebagai instrumen investasi.</p>



<p>“Biasanya ketika harga emas dunia naik, dampaknya langsung terasa di daerah, termasuk Nunukan. Ini yang mendorong inflasi kelompok perawatan pribadi,” jelasnya.</p>



<p>Ia menambahkan, komoditas pangan tetap menjadi faktor dominan yang memengaruhi inflasi karena berhubungan langsung dengan kebutuhan harian masyarakat.</p>



<p>“Kenaikan beras dan komoditas pangan lain perlu menjadi perhatian bersama karena dampaknya sangat luas terhadap daya beli,” tegasnya.</p>



<p>Kemudian beberapa kelompok pengeluaran lain yang turut mengalami kenaikan antara lain. Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 2,37 persen, makanan, minuman, dan tembakau naik 1,49 persen, transportasi naik 0,95 persen dan kesehatan naik 0,76 persen</p>



<p>Menurutnya, kenaikan pada sektor perumahan dan transportasi mencerminkan meningkatnya biaya hidup masyarakat.</p>



<p>“Walaupun kenaikannya tidak setinggi kelompok lain, kontribusinya tetap signifikan terhadap pembentukan inflasi secara keseluruhan,” katanya.</p>



<p>Menariknya, meski inflasi tahunan meningkat, Nunukan justru mengalami deflasi month-to-month sebesar 0,36 persen pada April 2026. Sementara inflasi tahun kalender (year-to-date) berada di angka 1,62 persen.</p>



<p>“Deflasi bulanan ini menunjukkan ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga dibandingkan bulan sebelumnya. Artinya, tekanan inflasi masih terkendali dalam jangka pendek,” jelasnya.<br></p>



<p>Ia menambahkan, kondisi ini menjadi sinyal bahwa fluktuasi harga masih dinamis dan memerlukan pemantauan rutin.<br></p>



<p>“Kami terus memantau perkembangan harga agar pemerintah daerah dapat mengambil langkah antisipatif jika terjadi lonjakan signifikan,” tutupnya.(*)</p>
<div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">
 <a href="#" rel="nofollow" onclick="window.print(); return false;" title="Printer Friendly, PDF & Email">
 <img class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 170px;height: 24px;" />
 </a>
 </div>
This website uses cookies.