NUNUKAN, borderterkini.com – Irwan Sabri kembali menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi kerakyatan dengan meresmikan Food Court UMKM Center, Minggu (15/2).
Fasilitas yang berlokasi di UKM Center, Jalan Bahari, Kelurahan Nunukan Utara, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan ini digadang-gadang menjadi pusat pertumbuhan baru bagi pelaku usaha mikro.
Peresmian yang dihadiri sekitar 70 undangan dari unsur pemerintah, DPRD, instansi vertikal, BUMN/BUMD hingga pelaku usaha itu menandai langkah konkret pemerintah daerah dalam menata sekaligus menaikkan kelas UMKM lokal.
Sebanyak 10 booth UMKM langsung beroperasi, menyajikan ragam kuliner mulai dari makanan ringan, makanan berat hingga oleh-oleh khas Nunukan.
Seluruh booth tersebut merupakan bantuan pemerintah daerah berupa 10 unit gerobak UMKM yang disalurkan pada 2025 kepada pelaku usaha mikro produktif dan kelompok rentan.
Dalam sambutannya, Irwan menegaskan bahwa peresmian ini bukan sekadar seremoni.
“Ini wujud nyata komitmen kita membangun ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. UMKM bukan sekadar angka statistik, tetapi tulang punggung ekonomi keluarga,” tegasnya.
Menurutnya, pertumbuhan UMKM di Nunukan menunjukkan geliat positif. Jumlah pelaku usaha terus bertambah dan tersebar di berbagai kecamatan.
Namun ia tak menutup mata terhadap tantangan yang dihadapi, mulai dari keterbatasan modal, akses pembiayaan, pemasaran digital, hingga pengurusan perizinan dan sertifikasi produk.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkab Nunukan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Nunukan telah menjalankan berbagai program strategis.
Di antaranya pelatihan peningkatan kapasitas usaha, pendampingan legalitas, hingga skema kredit tanpa bunga atau kredit nol persen yang ditargetkan mulai berjalan pada triwulan II tahun 2026.
“Bantuan ini bukan soal angka. Ini tentang keyakinan bahwa setiap usaha kecil punya peluang yang sama untuk tumbuh,” ujar Irwan.
Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah UMKM Nunukan telah berhasil menembus pasar Malaysia, membuktikan produk lokal mampu bersaing di tingkat internasional. Karena itu, ia berharap Food Court ini menjadi lebih dari sekadar tempat berjualan.
“Saya ingin tempat ini menjadi ruang kolaborasi, pusat pembelajaran bisnis, dan wadah kreativitas. Pengunjung harus bangga menikmati kuliner khas daerah dan mendukung usaha warga sendiri,” katanya.
Sementara itu, Kepala DKUKMPP Nunukan, Muhtar, menyebut Food Court ini merupakan bagian dari implementasi 17 program prioritas Bupati, khususnya dalam pemberian bantuan dan pelatihan bagi UMKM.
Konsep terpusat ini juga menjadi percontohan penataan usaha agar pedagang tidak lagi berjualan di pinggir jalan, melainkan di lokasi yang lebih tertib dan representatif.
“Harapannya, aktivitas perdagangan lebih tertata, nyaman, dan mudah diatur. Ke depan konsep ini bisa direplikasi di titik lain di Nunukan,” ujarnya.
Rangkaian peresmian turut diramaikan senam bersama, pasar murah, serta layanan perizinan usaha mikro gratis yang melibatkan DPMPTSP, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda, serta KP2KP Nunukan.
Di akhir acara, Irwan Sabri secara resmi membuka Food Court UMKM Center.
“Dengan penuh rasa syukur, hari ini saya nyatakan Food Court UKM Center Nunukan resmi dibuka dan difungsikan untuk kemajuan perekonomian masyarakat. Semoga menjadi bagian penting mewujudkan Nunukan yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.(*)





