<p><strong>NUNUKAN</strong>, <em>borderterkini.com</em> – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Nunukan menunjukkan tren peningkatan pada awal tahun 2026.</p>



<p>Sejumlah wilayah pun mulai dipetakan sebagai kawasan rawan, terutama Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan.</p>



<p>Kepala Sub Seksi Penyelamatan dan Evaluasi BPBD Nunukan, Hasanuddin, menyampaikan bahwa hingga Maret 2026 telah terjadi 17 kejadian karhutla.</p>



<p>Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang hanya mencatat dua kejadian.<br></p>



<p>&#8220;Jika dibandingkan periode Januari–Maret 2025 hanya dua kejadian, sementara tahun ini sudah 17 kejadian. Artinya terjadi peningkatan lebih dari delapan kali lipat,” ujarnya, Senin (20/4).</p>



<p>Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi sinyal kewaspadaan bagi seluruh pihak, terutama karena sebagian besar kejadian dipicu aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar yang tidak terkendali.</p>



<p>&#8220;Mayoritas karhutla terjadi akibat pembukaan lahan untuk perkebunan dengan cara membakar. Saat cuaca panas dan kering, api sangat mudah menyebar dan sulit dikendalikan,” jelasnya.</p>



<p>Ia menegaskan, berdasarkan pemantauan di lapangan, Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan termasuk wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.</p>



<p>“Dua kecamatan ini menjadi perhatian karena cukup sering terjadi karhutla. Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah tersebut,” katanya.</p>



<p>Untuk menghadapi kondisi tersebut, BPBD bersama instansi terkait menyiagakan personel, peralatan, serta armada pemadaman.</p>



<p>Koordinasi intensif juga dilakukan dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, dan Polri.</p>



<p>“Koordinasi berjalan baik. Kami saling berbagi informasi dan turun bersama ke lapangan untuk pemadaman,” ujarnya.</p>



<p>Namun, proses pemadaman kerap menghadapi berbagai kendala, terutama akses menuju lokasi kebakaran yang sulit dijangkau kendaraan pemadam serta keterbatasan sumber air di sekitar titik api.</p>



<p>&#8220;Banyak lokasi kebakaran tidak bisa dijangkau mobil damkar. Pemadaman harus dilakukan secara manual menggunakan pompa gendong, alat pemukul api, hingga peralatan sederhana seperti dahan dan ranting,” ungkapnya.<br></p>



<p>Ia menambahkan, keterbatasan sumber air sering kali memperlambat proses pemadaman di lapangan.<br></p>



<p>&#8220;Kadang titik api jauh dari sumber air sehingga petugas harus bekerja ekstra keras agar api tidak meluas,” tambahnya.<br></p>



<p>Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Nunukan telah menerbitkan Surat Keputusan Bupati tentang Tim Pengendalian Karhutla Tahun 2026 yang melibatkan seluruh perangkat daerah, instansi terkait, serta TNI dan Polri.</p>



<p>Selain penanganan, upaya pencegahan terus diperkuat melalui sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di area yang berdekatan dengan permukiman.<br></p>



<p>&#8220;Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Segera laporkan jika menemukan titik api agar bisa ditangani lebih cepat,” tegas Hasanuddin.<br></p>



<p>Ia menekankan, peran aktif masyarakat sangat penting dalam mencegah karhutla semakin meluas.<br></p>



<p>“Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Dengan dukungan masyarakat, diharapkan kejadian karhutla dapat ditekan dan tidak menimbulkan dampak yang lebih besar,” pungkasnya.(*)</p>
<div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">
 <a href="#" rel="nofollow" onclick="window.print(); return false;" title="Printer Friendly, PDF & Email">
 <img class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 170px;height: 24px;" />
 </a>
 </div>
This website uses cookies.