NUNUKAN, borderterkini.com – Pemerintah Kabupaten Nunukan menyiapkan 100 kuota beasiswa bagi tenaga pendidik PAUD dan TK pada tahun 2026. Program ini menjadi langkah konkret dalam mendorong peningkatan kualifikasi akademik sekaligus profesionalisme guru pendidikan anak usia dini di daerah tersebut.
Komitmen itu ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi Peran Bunda PAUD Kabupaten Nunukan dalam Upaya Peningkatan Kualifikasi Pendidik PAUD Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Dinas Pendidikan Nunukan, Rabu (11/2).
PPTK Beasiswa Bagian Kesra, Darmawantisari, menyampaikan bahwa kuota beasiswa tersebut memang dialokasikan khusus bagi pendidik jenjang PAUD dan TK.
“Pemerintah Kabupaten Nunukan memberikan kuota kepada tenaga pendidik sebanyak 100 orang pada jenjang PAUD dan TK. Ini memang dialokasikan khusus bagi pendidik PAUD dan TK,” jelasnya.
Menurutnya, program ini difokuskan untuk membantu guru yang belum memenuhi kualifikasi akademik sesuai standar, sekaligus memperkuat kapasitas dan kompetensi dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.
Ia menegaskan bahwa PAUD merupakan fondasi utama pembentukan karakter dan kecerdasan anak. Karena itu, peningkatan kualitas guru dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia Kabupaten Nunukan.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Nunukan, Andi Annisa Muthia, menilai program beasiswa tersebut bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan strategi peningkatan mutu layanan pendidikan anak usia dini.
“Dengan adanya pemberian beasiswa ini, diharapkan terjadi peningkatan kualifikasi tenaga pendidik, khususnya jenjang TK dan PAUD. Kualitas pendidikan ini merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda,” ujarnya.
Ia memastikan program beasiswa akan dikawal bersama Dinas Pendidikan dan Bagian Kesra agar berjalan tepat sasaran. Proses seleksi ditegaskan berlangsung ketat, objektif, dan sesuai indikator yang telah ditetapkan.
Bupati Nunukan juga menekankan agar tidak ada intervensi dalam penentuan penerima beasiswa. Bantuan pendidikan tersebut hanya diberikan kepada tenaga pendidik yang memenuhi kriteria dan dinilai layak.
Selain mendorong peningkatan kualifikasi formal, program ini diharapkan mampu menjangkau tenaga pendidik hingga ke desa-desa terpencil dan kawasan perbatasan, sehingga pemerataan kualitas pendidikan dapat terwujud.
Di akhir kegiatan, para penerima beasiswa diingatkan untuk menyelesaikan studi dengan sungguh-sungguh dan tidak berhenti di tengah jalan. Peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru diyakini akan berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan orang tua serta kualitas pembelajaran anak usia dini.
Melalui program ini, Pemkab Nunukan menegaskan komitmennya membangun fondasi pendidikan sejak dini sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.(*)





