Arus Balik Lebaran via Kapal Laut Masih Normal, Puncak Diprediksi 30 Maret

NUNUKAN, borderterkini.com – Arus balik Lebaran melalui jalur laut di Nunukan masih berlangsung terkendali. Meski pergerakan penumpang mulai meningkat pasca-hari raya, jumlahnya masih berada dalam batas kewajaran.

Namun, lonjakan signifikan diprediksi akan terjadi pada akhir Maret seiring berakhirnya masa libur Lebaran.

Kepala Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Nunukan, Sudjito, menjelaskan bahwa gelombang awal arus balik sudah mulai terlihat sejak 25–26 Maret.

Kedatangan kapal pada periode tersebut menunjukkan peningkatan jumlah penumpang yang turun di Nunukan, meski masih tergolong normal untuk periode pasca-Lebaran.

Menurutnya, rata-rata penumpang yang turun berada di kisaran seribu orang per kapal. “Perkiraan kami yang turun di Nunukan setelah Lebaran sekitar seribu orang. Ini masih dalam batas normal,” ujarnya pada Minggu (29/3).

Pelni memperkirakan puncak arus balik akan terjadi pada 30 Maret.

Prediksi ini berkaitan dengan berakhirnya masa libur Lebaran pada 27 Maret, sehingga masyarakat harus kembali bekerja dan bersekolah paling lambat pada 31 Maret hingga 1 April.

Kondisi tersebut membuat pergerakan penumpang cenderung menumpuk pada akhir periode arus balik.

Fenomena ini, kata Sudjito, merupakan pola tahunan yang hampir selalu terjadi setiap musim mudik dan balik Lebaran.

“Diperkirakan puncaknya tanggal 30. Karena setelah itu semua sudah harus kembali berkegiatan,” jelasnya.

Data Pelni menunjukkan arus penumpang sebelum dan sesudah Lebaran tetap berada pada angka tinggi.

Di tanggal 18 Maret, KM Lambelu menurunkan penumpang sebanyak 996 orang, naik 1.622 penumpang.

Lalu esoknya 19 Maret, KM Bukit Siguntang menurunkan 1.027 penumpang, naik 1.175 penumpang.

Setelah lebaran, tanggal 25 Maret, KM Lambelu menurunkan penumpang 789 penumpang dan naik 1.097 penumpang. Kemudian tangg 26 Maret, KM Bukit Siguntang menurunkan 626 penumpang, naik 962 penumpang

Secara umum, rata-rata pergerakan penumpang berada pada kisaran 800 hingga 1.000 orang per kapal.

Angka ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat melalui jalur laut masih menjadi pilihan utama, terutama bagi pekerja dan pelajar yang kembali ke daerah perantauan.

Mengantisipasi lonjakan arus balik, Pelni memastikan seluruh fasilitas pelabuhan dan kapal dalam kondisi aman dan siap melayani penumpang.

Penyesuaian juga dilakukan terhadap perlengkapan keselamatan menyusul adanya dispensasi penambahan kapasitas penumpang.

“Keselamatan menjadi prioritas utama. Dengan adanya dispensasi penambahan penumpang, kami juga menyesuaikan jumlah alat keselamatan di kapal,” tegas Sudjito.

Pelni berharap arus balik Lebaran tahun ini dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti hingga melewati puncaknya pada akhir Maret.(*)

Tinggalkan Balasan