NUNUKAN, borderterkini.com – Yayasan Astrada Garuda Jaya kembali memperluas layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nunukan dengan meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nunukan Timur, Senin (25/5).
SPPG yang berlokasi di Jalan TVRI, Kelurahan Nunukan itu mulai menyalurkan makanan bergizi kepada 857 penerima manfaat yang terdiri dari siswa SD 001 Muhammadiyah, SDN 01 Nunukan serta balita Posyandu Apel.
Peresmian dilakukan mewakili Bupati Nunukan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Juni Mardiansyah bersama Pembina Yayasan Astrada Garuda Jaya, Ibnu Saud.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur DPRD Nunukan, Forkopimda, TNI-Polri, tokoh masyarakat hingga tenaga kesehatan.
SPPG Nunukan Timur ini menjadi unit ketujuh yang dikelola Yayasan Astrada Garuda Jaya yang dimilik oleh owner pengusaha Sebatik, H Nuwardi.
Sebelumnya yayasan tersebut telah mengoperasikan dapur MBG di Tarakan, Bulungan, Tana Tidung, Pulau Sebatik dan Nunukan Selatan.
Pembina Yayasan Astrada Garuda Jaya, Ibnu Saud, mengatakan program MBG tidak hanya bertujuan menyediakan makanan sehat bagi anak-anak, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, daya tahan tubuh hingga kemampuan belajar di sekolah.
“Kalau anak-anak sehat dan gizinya terpenuhi, maka mereka bisa belajar lebih baik dan tumbuh menjadi generasi yang berkualitas. Ini investasi jangka panjang untuk masa depan daerah,” terangnya pria yang juga Wakil Wali Kota Tarakan ini.
Selain fokus pada pemenuhan gizi, Ibnu Saud menegaskan program MBG juga dirancang untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.
Ia menyebut kebutuhan bahan pangan dapur MBG akan melibatkan petani, nelayan, peternak hingga pelaku UMKM di Nunukan agar roda ekonomi masyarakat ikut bergerak.
“Kami ingin program ini tidak hanya bicara soal makanan bergizi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Bahan pangan lokal harus menjadi prioritas agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Nunukan,” katanya.
Ia menjelaskan seluruh proses produksi makanan dilakukan dengan pengawasan ketat, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan hingga distribusi ke sekolah-sekolah dan penerima manfaat lainnya.
“Kualitas dan kebersihan makanan harus dijaga. Anak-anak yang menerima MBG harus mendapatkan makanan yang aman, sehat dan layak konsumsi,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Nunukan Juni Mardiansyah menyampaikan apresiasi atas bertambahnya dapur MBG di wilayah Nunukan.
Menurutnya, program tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung program prioritas nasional pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sejak dini.
“Program MBG diharapkan dapat membantu mengurangi angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan anak-anak,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pengelola dapur MBG agar terus menjaga standar pelayanan, kebersihan dan kualitas makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat.
“Jangan sampai hanya baik saat awal berjalan. Kualitas harus terus dijaga secara konsisten agar manfaat program ini benar-benar dirasakan masyarakat,” pesannya.
Dengan beroperasinya SPPG Nunukan Timur, jumlah dapur umum MBG di Kabupaten Nunukan kini mencapai 11 unit dengan total penerima manfaat sebanyak 28.788 orang yang terdiri dari peserta didik, tenaga pendidik, balita, ibu hamil dan ibu menyusui. (*)





