NUNUKAN, borderterkini.com – Satgas Pamtas RI–Malaysia dari Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 13/SL kembali menggagalkan upaya penyelundupan minuman keras ilegal di wilayah perbatasan.
Aksi kejar dramatis terjadi hingga mendekati patok batas negara sebelum pelaku melarikan diri ke wilayah Malaysia dengan meninggalkan ratusan botol miras di lokasi.
Patroli gabungan Pos Bukit Keramat bersama Unit Intel Kodim 0911/Nunukan dilaksanakan pada Kamis (16/4/2026) malam hingga Jumat dini hari di Kampung Keramat, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan.
Operasi ini digelar setelah adanya laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di jalur tikus Jalan Sinta yang kerap digunakan pada malam hari.
Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonkav 13/Satya Lembuswana Letkol Kav Ikhsan Maulana Pradana menegaskan keberhasilan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan prajurit dalam menjaga perbatasan.
“Setiap informasi dari masyarakat menjadi perhatian serius bagi kami. Perbatasan adalah beranda terdepan negara, sehingga setiap upaya pelanggaran hukum harus dicegah sedini mungkin,” tegasnya.
Menurutnya, operasi dilakukan melalui perencanaan matang dengan pola ambush di titik rawan.
Sekitar pukul 01.25 WITA, personel mendapati dua orang membawa barang dari arah Malaysia. Saat akan diamankan, keduanya melarikan diri menuju wilayah seberang sehingga dilakukan pengejaran hingga mendekati patok batas negara.
“Anggota sudah melakukan pengejaran maksimal. Namun pelaku memanfaatkan kondisi gelap dan medan perbatasan untuk melarikan diri. Meski demikian, upaya penyelundupan berhasil digagalkan,” jelas Dansatgas.
Dari hasil penyisiran, tim menemukan timbunan minuman keras ilegal di semak belukar. Barang bukti yang diamankan terdiri dari 11 dus R&B Montoku (132 botol), 2 dus R&B Beer (48 kaleng), dan 1 dus R&B Likeur (12 botol) dengan total sekitar 192 botol senilai kurang lebih Rp15,2 juta.
Dansatgas menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan patroli gabungan dan memperketat pengawasan jalur tidak resmi.
“Kami tidak akan memberi ruang bagi aktivitas ilegal di wilayah perbatasan. Patroli akan terus kami tingkatkan, termasuk memperkuat sinergi dengan aparat kewilayahan dan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peran masyarakat yang aktif memberikan informasi.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan warga. Kami mengajak masyarakat terus bekerja sama menjaga keamanan perbatasan demi kedaulatan Indonesia,” pungkasnya.
Seluruh barang bukti kini diamankan di Pos Bukit Keramat sebagai bagian dari proses lebih lanjut. Keberhasilan ini kembali menegaskan komitmen Tentara Nasional Indonesia dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan negara.(*)





