Alokasi Pupuk Jauh di Bawah Kebutuhan, Ramsah Desak Tambahan untuk Nunukan

NUNUKAN, borderterkini.com — Kebutuhan pupuk bersubsidi petani di Kabupaten Nunukan masih jauh dari alokasi yang tersedia. Dari total kebutuhan mencapai 5.841 ton, pasokan yang dialokasikan baru 2.257 ton.

Kondisi tersebut menjadi perhatian anggota Komisi II DPRD Nunukan, Ramsah, saat menyampaikan kebutuhan pupuk daerah ke Kantor Pusat PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim).

Berdasarkan data Dinas Pertanian Nunukan, kebutuhan pupuk bersubsidi terdiri dari 1.947 ton Urea dan 3.894 ton NPK. Namun alokasi yang tersedia hanya 882 ton Urea dan 1.375 ton NPK.

Dengan kondisi tersebut, masih terdapat kekurangan 1.065 ton Urea dan 2.519 ton NPK.

Ramsah menilai selisih kebutuhan dan alokasi tersebut cukup besar sehingga perlu segera dicarikan jalan keluar. Jangan sampai keterbatasan pupuk justru menghambat aktivitas pertanian dan produksi petani di Nunukan.

“Data ini yang kita bawa dan kita sampaikan langsung. Kebutuhan petani kita 1.947 ton Urea dan 3.894 ton NPK, sementara yang tersedia jauh di bawah kebutuhan. Ini harus menjadi perhatian dan dicarikan solusi,” tegas Ramsah.

Menurutnya, tambahan alokasi menjadi salah satu kebutuhan mendesak agar petani memiliki kepastian memperoleh pupuk sesuai kebutuhan.

Ia berharap komunikasi dengan Pupuk Kaltim tidak berhenti pada penyampaian aspirasi, tetapi dapat berlanjut pada langkah konkret untuk menutup kekurangan pupuk tersebut.

“Kita berharap ada tindak lanjut secara bertahap. Jangan sampai petani sudah masuk musim tanam, tetapi pupuknya tidak tersedia. Kita akan terus mengawal kebutuhan ini,” ujarnya.

Ramsah juga mendorong agar distribusi pupuk yang nantinya mendapat tambahan tetap dilakukan secara tepat sasaran berdasarkan kebutuhan petani di lapangan.(*)

Tinggalkan Balasan