NUNUKAN, borderterkini.com – Pembinaan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan diarahkan agar menghasilkan keterampilan dan nilai ekonomi. Komitmen itu ditandai dengan peresmian empat program strategis oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara), Yan Rusmanto, Rabu (14/10).
Empat program tersebut meliputi Gerai UMKM Lapas Nunukan, Galeri LANUKA sebagai pusat karya warga binaan, Pos Balai Pemasyarakatan (Bapas), serta pengembangan budidaya ikan air tawar melalui penebaran bibit ikan.
Peresmian ini mempertegas arah pembinaan Lapas Nunukan yang tidak hanya berfokus pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan dan peluang produktif ketika kembali ke tengah masyarakat.
Gerai UMKM menjadi salah satu fasilitas yang diharapkan mampu membuka akses pemasaran bagi produk hasil pembinaan. Melalui gerai tersebut, karya warga binaan memiliki ruang untuk diperkenalkan kepada masyarakat sekaligus dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual.
Sementara itu, Galeri LANUKA menghadirkan beragam hasil kreativitas warga binaan, mulai dari kerajinan tangan hingga batik tulis Lulantatibu. Keberadaan galeri ini diharapkan memperluas pengenalan produk sekaligus memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya.
Tantangannya, pembinaan keterampilan perlu diikuti dengan pemasaran yang berkelanjutan agar produk tidak hanya dipamerkan saat kegiatan tertentu, tetapi juga mampu menjangkau pembeli dan memberikan manfaat ekonomi.
Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan, mengatakan pengembangan program tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan pembinaan yang berorientasi pada hasil nyata.
“Melalui berbagai program ini, kami ingin memastikan bahwa setiap proses pembinaan mampu memberikan dampak nyata. Warga binaan tidak hanya mendapatkan keterampilan selama menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menghasilkan karya, meningkatkan produktivitas, serta mempersiapkan diri agar mampu kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ungkap Donny.
Menurutnya, keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana. Dengan begitu, mereka memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan membangun kehidupan yang lebih produktif.
Selain penguatan ekonomi melalui produk kerajinan, Lapas Nunukan juga mengembangkan budidaya ikan air tawar. Penebaran bibit ikan menjadi bagian dari pembinaan kemandirian sekaligus dukungan terhadap program ketahanan pangan.
Program perikanan tersebut diharapkan memberikan pengalaman praktis kepada warga binaan dalam kegiatan budidaya. Keterampilan ini berpotensi dikembangkan setelah mereka kembali ke masyarakat, terutama jika didukung pendampingan dan akses terhadap sarana produksi.
Di sisi pelayanan, peresmian Pos Bapas diarahkan untuk memperkuat koordinasi dan mempermudah akses layanan pembimbingan kemasyarakatan. Keberadaan fasilitas ini diharapkan mendukung proses pembimbingan serta persiapan reintegrasi sosial warga binaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kakanwil Ditjenpas Kaltimtara, Yan Rusmanto, dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya program pembinaan yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi warga binaan maupun masyarakat.
Penguatan program di Lapas Nunukan menjadi bagian dari upaya mendorong fungsi pemasyarakatan yang lebih produktif, melalui pengembangan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, peningkatan pelayanan, dan ketahanan pangan.
Namun, keberhasilan program tidak cukup diukur dari peresmian fasilitas. Keberlanjutan produksi, perluasan pasar, pemanfaatan keterampilan, serta manfaat yang dirasakan warga binaan menjadi faktor penting agar pembinaan benar-benar memberikan hasil.
Melalui empat program tersebut, Lapas Nunukan berupaya memperkuat semangat Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat, dengan mendorong warga binaan mengembangkan potensi diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih produktif setelah bebas.(*)
Kakanwil Ditjenpas Resmikan 4 Program di Lapas Nunukan, Warga Binaan Didorong Produktif





