NUNUKAN, borderterkini.com – Hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Kecamatan Sebatik Tengah diwarnai banjir yang melanda sejumlah wilayah sejak dini hari, Senin (13/7/2026).
Genangan air yang menutup akses menuju sekolah membuat banyak siswa tidak dapat mengikuti kegiatan awal tahun ajaran baru. Tak hanya itu, ada beberapa sekolah juga ikut terendam.
Meski kondisi bangunan sekolah relatif aman, banjir yang merendam sejumlah ruas jalan menjadi kendala utama bagi siswa dan orang tua untuk menuju sekolah. Akibatnya, tingkat kehadiran peserta didik pada hari pertama MPLS menurun.
Camat Sebatik Tengah, Aris Nur, mengatakan banjir tidak sampai mengganggu kondisi bangunan sekolah. Namun, akses menuju sejumlah sekolah sempat tertutup genangan sehingga aktivitas belajar tidak berjalan maksimal.
“Yang menjadi kendala adalah akses menuju sekolah yang sempat tertutup banjir. Karena itu ada beberapa siswa yang tidak bisa mengikuti hari pertama MPLS,” ujarnya.
Dampak banjir terlihat saat pemerintah kecamatan melakukan pemantauan di SDN 003 Bukit Harapan. Hingga sekitar pukul 09.00 Wita, jumlah siswa yang hadir hanya 15 orang.
“Di SDN 003 Bukit Harapan, saat kami pantau sekitar pukul 09.00 Wita, hanya 15 siswa yang hadir,” kata Aris.
Menurutnya, genangan berada di ruas jalan di belakang SDN 004 Sei Limau, Sebatik Tengah. Beberapa orangtua terpaksa terlihat mengendong anaknya menuju sekolah.
Kondisi tersebut sempat menyulitkan kendaraan melintas sehingga banyak orang tua memilih tidak mengantar anaknya ke sekolah demi alasan keselamatan.
Beruntung, banjir mulai berangsur surut menjelang siang. Akses menuju sekolah kembali bisa dilalui sehingga aktivitas pendidikan diperkirakan kembali normal pada hari-hari berikutnya.
“Sekarang air sudah surut dan akses jalan sudah bisa dilewati,” jelasnya.
Aris menambahkan, pemerintah kecamatan bersama pihak sekolah telah menyampaikan perkembangan kondisi kepada para orang tua melalui grup komunikasi masing-masing sekolah agar mereka mengetahui situasi di lapangan.
Sebelumnya, banjir merendam tiga desa di Kecamatan Sebatik Tengah, yakni Desa Aji Kuning, Sungai Limau, dan Bukit Harapan. Banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang terjadi bersamaan dengan pasangnya air laut sehingga aliran sungai meluap dan menggenangi permukiman serta sejumlah akses jalan.(*)





