Categories: Nunukan

Dibalik Tembok Lapas Nunukan, Warga Binaan Menenun Harapan Lewat Batik

Published by
admin

&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><strong>NUNUKAN<&sol;strong>&comma; <em>borderterkini&period;com<&sol;em> — Di balik tembok tinggi Lembaga Pemasyarakatan &lpar;Lapas&rpar; Kelas IIB Nunukan&comma; waktu tidak hanya diisi dengan menjalani masa pidana&period; Di sebuah ruang pembinaan&comma; tangan-tangan warga binaan mulai akrab dengan kain&comma; canting&comma; malam dan warna&period;<br><br>Goresan demi goresan dibuat dengan penuh ketelitian&period; Dari pola yang awalnya sederhana&comma; perlahan lahir kain batik yang menyimpan cerita berbeda yakni tentang proses belajar&comma; kesabaran&comma; sekaligus harapan untuk menatap kehidupan setelah bebas&period;<br><br>Kegiatan membatik tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang dijalankan Lapas Kelas IIB Nunukan&comma; Jumat &lpar;25&sol;9&sol;2026&rpar;&period;<br><br>Warga Binaan Pemasyarakatan &lpar;WBP&rpar; tidak hanya diperkenalkan pada hasil akhir sebuah kain batik&period; Mereka diajarkan melewati seluruh proses&comma; mulai dari membuat pola&comma; mencanting&comma; memberikan warna hingga menyelesaikan kain&period;<br><br>Setiap tahapan membutuhkan ketelitian&period; Kesalahan kecil dalam mencanting dapat memengaruhi hasil akhir&period; Karena itu&comma; proses tersebut sekaligus menjadi latihan untuk membangun kesabaran&comma; konsistensi dan rasa percaya diri&period;<br><br>Di balik kegiatan yang terlihat sederhana itu&comma; ada tujuan yang jauh lebih besar&period;<br><br>Lapas Nunukan ingin memastikan masa pembinaan tidak berhenti pada menjalani hukuman&comma; tetapi juga memberi WBP keterampilan yang dapat dibawa ketika kembali ke lingkungan masyarakat&period;<br><br>Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan&comma; Donny Setiawan&comma; mengatakan pembinaan kemandirian diarahkan agar warga binaan memiliki kemampuan yang bisa dikembangkan setelah menyelesaikan masa pidana&period;<br><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Melalui keterampilan membatik&comma; kami ingin memberikan bekal yang memiliki nilai manfaat dan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha ketika mereka kembali ke tengah masyarakat&comma;” ujarnya&period;<br><br>Menurutnya&comma; keterampilan menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan karena warga binaan perlu memiliki bekal untuk membangun kembali kehidupannya setelah keluar dari Lapas&period;<br><br>Membatik juga membuka ruang bagi WBP untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai seni sekaligus nilai ekonomi&period;<br><br>Kain yang dihasilkan tidak berhenti sebagai aktivitas pengisi waktu&period; Ada peluang agar keterampilan tersebut berkembang menjadi kemampuan produktif yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan&period;<br><br>Ke depan&comma; pengembangan motif dan desain juga diarahkan untuk mengangkat identitas serta kekayaan budaya lokal Nunukan&period;<br><br>Dengan demikian&comma; karya yang lahir dari balik tembok Lapas tidak hanya memiliki nilai ekonomi&comma; tetapi juga berpotensi membawa karakter daerah ketika dikembangkan lebih jauh&period;<br><br>Program tersebut menjadi gambaran bahwa proses pembinaan di dalam Lapas tidak hanya berbicara tentang batas waktu menjalani pidana&period;<br><br>Ada proses panjang untuk mempersiapkan seseorang ketika kembali membuka pintu kehidupan di luar tembok&period;<br><br>Canting yang digerakkan perlahan&comma; malam yang ditorehkan di atas kain&comma; hingga warna yang mulai membentuk motif menjadi bagian dari proses tersebut&period;<br><br>Bagi warga binaan&comma; keterampilan itu dapat menjadi modal ketika masa pidana berakhir&period; Sementara bagi Lapas&comma; setiap karya yang dihasilkan menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian WBP&period;<br><br>Lapas Kelas IIB Nunukan pun terus mendorong pembinaan keterampilan agar warga binaan memiliki kemampuan produktif dan kesiapan menghadapi kehidupan setelah bebas&period;<br><br>&&num;8220&semi;Ketika pintu Lapas akhirnya terbuka&comma; mereka tidak hanya diharapkan membawa cerita tentang masa lalu&period; Tapi&comma; mereka juga harus memiliki keterampilan untuk membangun masa depan&comma;&&num;8221&semi; pungkasnya&period;&lpar;&ast;&rpar;<&sol;p>&NewLine;<div class&equals;"printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">&NewLine; <a href&equals;"&num;" rel&equals;"nofollow" onclick&equals;"window&period;print&lpar;&rpar;&semi; return false&semi;" title&equals;"Printer Friendly&comma; PDF & Email">&NewLine; <img class&equals;"pf-button-img" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;cdn&period;printfriendly&period;com&sol;buttons&sol;printfriendly-pdf-email-button&period;png" alt&equals;"Print Friendly&comma; PDF & Email" style&equals;"width&colon; 170px&semi;height&colon; 24px&semi;" &sol;>&NewLine; <&sol;a>&NewLine; <&sol;div>

admin

This website uses cookies.