Oplus_16908288

<p class="wp-block-paragraph"><br><strong>NUNUKAN</strong>, <em>borderterkini.com</em> – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Nunukan mulai menjadi perhatian serius.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain mengganggu jarak pandang dan aktivitas warga, kondisi udara yang tercemar asap juga berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan.<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Nunukan, Hj. Miskia, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap paparan kabut asap sebagai kondisi yang sepele.<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, paparan asap dapat menimbulkan iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan. Dalam kondisi tertentu, masyarakat juga dapat mengalami batuk, pilek hingga sesak napas.<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">“Paparan asap ini perlu kita waspadai karena dapat mengganggu kesehatan, terutama kesehatan saluran pernapasan. Masyarakat harus berupaya mengurangi paparan asap selama kondisi ini masih terjadi,” terangnya pada Selasa (1/9).<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia mengatakan, perhatian lebih perlu diberikan kepada warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Paparan asap dapat memperburuk kondisi penderita asma, bronkitis maupun penyakit paru lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, ibu hamil dan lanjut usia juga diminta mendapat perhatian lebih selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Nunukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami mengimbau masyarakat menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah. Kalau tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya aktivitas di luar ruangan dikurangi, terlebih ketika asap semakin tebal,” katanya.<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah, masyarakat juga diminta menutup pintu dan jendela dengan rapat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Warga dianjurkan menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan bergizi dan beristirahat dengan cukup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Miskia juga meminta masyarakat tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan yang muncul selama kabut asap.<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau mengalami batuk yang terus-menerus, sesak napas atau gangguan pernapasan lainnya, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, Miskia mengingatkan bahwa persoalan kabut asap tidak hanya berkaitan dengan dampak kesehatan, tetapi juga erat dengan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia mengajak masyarakat ikut mencegah munculnya titik api dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Asap tidak hanya mengganggu, tetapi juga membahayakan. Karena itu, mari bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan. Jangan membuka lahan dengan cara membakar,” pungkasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kondisi kabut asap yang masih menjadi perhatian, Dinkes P2KB Nunukan meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan dan warga yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">Penggunaan masker, mengurangi paparan asap serta segera mendapatkan penanganan medis ketika muncul gangguan pernapasan menjadi langkah yang ditekankan selama kondisi udara belum kembali normal. (*)</p>
<div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">
 <a href="#" rel="nofollow" onclick="window.print(); return false;" title="Printer Friendly, PDF & Email">
 <img class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 170px;height: 24px;" />
 </a>
 </div>
This website uses cookies.