<p class="wp-block-paragraph"><strong>NUNUKAN</strong>, <em>borderterkini.com</em> – Kabut asap yang menyelimuti Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mulai berdampak terhadap kesehatan warga. Keluhan batuk, flu hingga sakit tenggorokan mulai bermunculan setelah wilayah tersebut diselimuti asap selama beberapa hari.<br><br>Kondisi kabut asap dilaporkan mulai terjadi sejak Minggu (30/8) dan semakin pekat dalam tiga hari terakhir. Kondisi terburuk dirasakan pada sore hari ketika jarak pandang menurun hingga diperkirakan hanya sekitar 1–2 kilometer.<br><br>Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli, mengatakan kondisi tersebut semakin mengganggu aktivitas masyarakat. Menurutnya, ketebalan asap dari hari ke hari menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai.<br><br>“Kabut asap semakin hari semakin parah. Sudah tiga hari ini kabut cukup tebal, apalagi sore hari,” kata Oktavianus Ramli, Selasa (1/9).<br><br>Selain mengganggu jarak pandang, dampak kabut asap mulai dirasakan langsung warga. Pemerintah kecamatan menerima sejumlah laporan mengenai keluhan kesehatan yang muncul di tengah kondisi udara yang dipenuhi asap.<br><br>“Keluhan masyarakat yang kami terima kebanyakan flu, batuk dan sakit tenggorokan,” ujarnya.<br><br>Oktavianus mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri beraktivitas di luar ruangan ketika kondisi asap sedang tebal. Warga diminta mengurangi kegiatan di luar rumah sebagai langkah untuk menghindari paparan asap secara berlebihan.<br><br>“Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kabut asap semakin tebal,” katanya.<br><br>Dampak kabut asap juga membuat aktivitas pendidikan harus disesuaikan. Sejak 31 Agustus 2026, kegiatan belajar mengajar di wilayah Krayan Selatan dilaksanakan melalui Belajar Dari Rumah (BDR).<br><br>Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi aktivitas anak-anak di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik.<br><br>“Kami mengikuti langkah antisipasi yang sudah disampaikan melalui Surat Edaran Dinas Pendidikan Nunukan,” jelasnya.<br><br>Di sisi lain, Pemerintah Kecamatan Krayan Selatan telah meneruskan Surat Edaran Bupati Nunukan kepada pemerintah desa. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat kewaspadaan sekaligus mendorong pemerintah desa mengambil langkah pencegahan terhadap dampak kabut asap.<br><br>“Kami di kecamatan meneruskan SE Bupati yang sudah ada dan sudah disampaikan ke desa-desa,” ungkap Oktavianus.<br><br>Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Menurutnya, munculnya kebakaran baru hanya akan memperburuk kondisi asap yang saat ini sudah mengganggu jarak pandang dan kesehatan warga.<br><br>“Masyarakat juga harus menjaga kondisi lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Kalau kebakaran hutan dan lahan terjadi, kabut asap bisa semakin memburuk,” pungkasnya. (*)</p>
<div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">
 <a href="#" rel="nofollow" onclick="window.print(); return false;" title="Printer Friendly, PDF & Email">
 <img class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 170px;height: 24px;" />
 </a>
 </div>
This website uses cookies.