Categories: Nunukan

DPRD Nunukan Desak Bayar Lahan Embung Lapri, 40 KK Ancam Batalkan Pelepasan

Published by
admin

&NewLine;<p><strong>NUNUKAN<&sol;strong>&comma; <em>borderterkini&period;com<&sol;em> – Polemik pembayaran ganti rugi lahan proyek Embung Lapri kembali memanas&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Dalam rapat kerja yang digelar di Ruang Ambalat I kantor DPRD Kabupaten Nunukan&comma; Rabu &lpar;29&sol;4&sol;2026&rpar;&comma; dewan mendesak instansi terkait segera menuntaskan pembayaran kepada warga terdampak&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Rapat tersebut menghadirkan sejumlah pihak&comma; di antaranya Perumda Tirta Taka&comma; Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman &lpar;Perkim&rpar;&comma; serta Badan Pertanahan Nasional&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Pertemuan digelar menyusul ancaman 40 kepala keluarga &lpar;KK&rpar; pemilik lahan yang menyatakan siap membatalkan pelepasan lahan jika hak mereka tak segera dibayarkan&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Wakil Ketua Komisi I DPRD Nunukan&comma; Arpiah&comma; menegaskan persoalan ini tidak boleh lagi berlarut&period; Menurutnya&comma; pembebasan lahan Embung Lapri sudah berlangsung sejak 2007 dan hingga kini belum sepenuhnya tuntas&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Ini menyangkut hak masyarakat&period; Jika terus ditunda&comma; bukan hanya proyek yang terhambat&comma; tapi kepercayaan publik terhadap pemerintah bisa menurun&comma;” tegasnya&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Arpiah menilai proyek Embung Lapri memiliki peran strategis untuk menjamin pasokan air bersih di Pulau Sebatik&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Karena itu&comma; penyelesaian ganti rugi harus menjadi prioritas agar pembangunan tidak berubah menjadi konflik berkepanjangan&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Sementara itu&comma; salah satu pemilik lahan&comma; Sulaiman dalam rapat menyampaikan kekecewaan mendalam karena janji pembayaran yang disampaikan sejak tahun lalu belum menunjukkan kepastian&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Mereka mengaku lahan yang sebelumnya produktif kini tidak bisa lagi dimanfaatkan&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kami sudah menunggu terlalu lama&period; Kalau tidak ada kepastian&comma; kami siap membatalkan pelepasan lahan&comma;” ujarnya&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Ancaman tersebut dinilai serius karena berpotensi menghambat kelanjutan proyek yang ditargetkan meningkatkan kapasitas layanan air bersih hingga dua kali lipat&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Desa Lapri&comma; Syamsu Rijal&comma; menegaskan masyarakat merasakan dampak langsung dari belum tuntasnya pembayaran&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Selain kehilangan sumber penghasilan dari lahan&comma; distribusi air bersih juga sempat terganggu saat pintu embung dibuka&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Warga terdampak dua kali&period; Lahan tidak bisa dimanfaatkan&comma; air bersih juga belum stabil&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Ia juga menyoroti lemahnya koordinasi antarinstansi yang dinilai memperlambat proses administrasi&period;<br><br>Anggota DPRD Nunukan&comma; Muhammad Mansur menegaskan instansi teknis tidak boleh lagi berdebat soal prosedur&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Menurutnya&comma; anggaran ganti rugi telah tersedia sehingga pembayaran harus segera direalisasikan&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Jangan sampai masyarakat menjadi korban koordinasi yang lemah&period; Kami beri batas waktu&comma; dan jika belum ada perkembangan&comma; DPRD siap mengambil langkah lanjutan&comma;” tegasnya&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Dalam rapat tersebut terungkap estimasi kerugian warga terdampak mencapai lebih dari Rp271 miliar sejak lahan tidak lagi produktif lebih dari satu dekade&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>DPRD pun menegaskan ultimatum agar pembayaran segera dituntaskan guna mencegah proyek strategis air bersih itu terancam mandek&period;&lpar;&ast;&rpar;<&sol;p>&NewLine;<div class&equals;"printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">&NewLine; <a href&equals;"&num;" rel&equals;"nofollow" onclick&equals;"window&period;print&lpar;&rpar;&semi; return false&semi;" title&equals;"Printer Friendly&comma; PDF & Email">&NewLine; <img class&equals;"pf-button-img" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;cdn&period;printfriendly&period;com&sol;buttons&sol;printfriendly-pdf-email-button&period;png" alt&equals;"Print Friendly&comma; PDF & Email" style&equals;"width&colon; 170px&semi;height&colon; 24px&semi;" &sol;>&NewLine; <&sol;a>&NewLine; <&sol;div>

admin

This website uses cookies.