<p class="wp-block-paragraph"><strong>NUNUKAN</strong>, <em>borderterkini.com</em> – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Nunukan menilai penguatan ekonomi masyarakat perbatasan membutuhkan kebijakan yang lebih menyeluruh.<br><br>Persoalan ketersediaan BBM di Pulau Sebatik menjadi salah satu bagian yang dinilai berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini disampaikan fraksi PKS DPRD Nunukan dalam pandangan umum atas APBD perubahan 2026 yang digelar belum lama ini</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dia mengatakan sebagian besar ekonomi masyarakat perbatasan masih bertumpu pada sektor primer.<br><br>Mulai dari perikanan, budidaya rumput laut, perkebunan kelapa sawit, pertanian, perdagangan kecil hingga jasa transportasi.<br><br>“Penguatan ekonomi perbatasan tidak cukup hanya dengan mendorong produksi. Ketersediaan energi, akses pasar dan sistem distribusi juga harus diperhatikan,” kata Said.<br><br>Menurutnya, BBM menjadi salah satu komponen penting dalam biaya produksi masyarakat.<br><br>Ketika pasokan terbatas dan harga meningkat, biaya operasional nelayan, petani maupun pelaku usaha ikut terdampak.<br><br>Karena itu, Fraksi PKS mendorong pemerintah memperkuat jaminan ketersediaan energi sekaligus memperbaiki sistem distribusi.<br><br>Selain persoalan energi, akses pasar juga dinilai menjadi tantangan bagi masyarakat perbatasan.<br><br>Petani dan nelayan perlu memiliki posisi tawar yang lebih kuat agar hasil produksi tidak hanya dijual sebagai bahan mentah dengan nilai ekonomi yang terbatas.<br><br>PKS mendorong pengembangan hilirisasi produk lokal sehingga nilai tambah dapat lebih banyak dinikmati masyarakat.<br><br>“Petani dan nelayan perlu diperkuat dari sisi posisi tawar, akses pasar dan pengolahan hasil produksi,” ujarnya.<br><br>Pengembangan koperasi dan kelembagaan ekonomi juga dinilai penting untuk memperkuat posisi masyarakat dalam rantai perdagangan.<br><br>Di sisi pembiayaan, pemerintah diminta membuka akses yang lebih luas bagi pelaku usaha produktif dengan tetap memperhatikan ketentuan dan kemampuan usaha.<br><br>Perbaikan distribusi dan logistik juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan.<br><br>Menurut PKS, wilayah perbatasan memiliki tantangan geografis dan biaya logistik yang berbeda dibandingkan wilayah perkotaan.<br><br>Karena itu, kebijakan ekonomi tidak bisa hanya menggunakan pendekatan yang sama untuk seluruh wilayah.<br><br>Said menegaskan, pembangunan ekonomi perbatasan membutuhkan keterkaitan antara energi, produksi, pembiayaan, pengolahan, pasar dan distribusi.<br><br>“Kalau ingin ekonomi masyarakat perbatasan tumbuh, seluruh rantai ekonominya harus diperkuat, bukan hanya satu sektor,” pungkasnya.(*)</p>
<div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">
 <a href="#" rel="nofollow" onclick="window.print(); return false;" title="Printer Friendly, PDF & Email">
 <img class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 170px;height: 24px;" />
 </a>
 </div>
This website uses cookies.