Categories: Nunukan

Kasus ISPA Nunukan Tembus 380, Warga Diminta Waspadai Kabut Asap

Published by
admin

&NewLine;<p class&equals;"wp-block-paragraph"><strong>NUNUKAN<&sol;strong>&comma; <em>borderterkini&period;com<&sol;em> – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut &lpar;ISPA&rpar; di Kabupaten Nunukan kembali meningkat&period; Di tengah kondisi kabut asap yang mulai menyelimuti sejumlah wilayah&comma; jumlah kasus tercatat mencapai sekitar 380 kasus pada Minggu Epidemiologi ke-34&period;<br><br>Data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons &lpar;SKDR&rpar; Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan menunjukkan kasus ISPA bergerak fluktuatif sepanjang Agustus 2026&period;<br><br>Pada Minggu Epidemiologi ke-31&comma; jumlah kasus berada di angka sekitar 420 kasus&period; Angka itu kemudian turun menjadi sekitar 350 kasus pada pekan ke-32 dan kembali menurun menjadi sekitar 330 kasus pada pekan ke-33&period;<br><br>Namun&comma; tren penurunan tersebut berbalik pada pekan ke-34&period; Kasus kembali naik hingga sekitar 380 kasus atau bertambah sekitar 50 kasus dibandingkan pekan sebelumnya&period;<br><br>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan&comma; Miskia&comma; mengatakan kenaikan tersebut perlu menjadi perhatian&comma; meski belum dapat dipastikan berkaitan langsung dengan kondisi kabut asap&period;<br><br>&OpenCurlyDoubleQuote;Kasus ISPA selama Agustus menunjukkan pola yang fluktuatif&period; Setelah mengalami penurunan&comma; pada minggu ke-34 kembali terjadi peningkatan dan ini perlu menjadi perhatian bersama&comma;” ujar Miskia&comma; Rabu &lpar;2&sol;9&sol;2026&rpar;&period;<br><br>Menurutnya&comma; ISPA dapat dipengaruhi berbagai faktor&period; Selain paparan polusi udara&comma; kondisi cuaca&comma; lingkungan dan daya tahan tubuh juga dapat berpengaruh terhadap munculnya gangguan saluran pernapasan&period;<br><br>Karena itu&comma; kenaikan kasus ISPA tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai dampak kabut asap&period; Namun&comma; kondisi tersebut tetap menjadi faktor yang harus diwaspadai&comma; khususnya ketika kualitas udara mengalami penurunan&period;<br><br>Berdasarkan informasi BMKG Nunukan&comma; jarak pandang di wilayah Nunukan pada pukul 11&period;00 WITA tercatat sekitar 4&comma;5 kilometer&period; Sementara kualitas udara masih berada dalam kategori sedang&period;<br><br>Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana &lpar;Dinkes P2KB&rpar; Kabupaten Nunukan meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kabut asap masih terjadi&period;<br><br>Paparan asap dapat menimbulkan iritasi pada mata&comma; hidung dan tenggorokan&period; Dalam kondisi tertentu&comma; masyarakat juga dapat mengalami batuk&comma; pilek hingga sesak napas&period;<br><br>Risiko tersebut perlu mendapat perhatian lebih bagi kelompok rentan&comma; seperti bayi&comma; anak-anak&comma; ibu hamil dan lanjut usia&period; Warga yang memiliki riwayat asma&comma; bronkitis maupun penyakit paru lainnya juga diminta lebih berhati-hati karena paparan asap dapat memperburuk kondisi kesehatan&period;<br><br>Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker&period; Aktivitas di luar ruangan juga sebaiknya dibatasi apabila tidak ada kebutuhan mendesak&comma; terutama ketika kabut asap semakin pekat&period;<br><br>Untuk mengurangi paparan asap di dalam rumah&comma; warga diminta menutup pintu dan jendela dengan rapat&period; Menjaga kondisi tubuh juga penting dengan memperbanyak minum air putih&comma; mengonsumsi makanan bergizi dan beristirahat yang cukup&period;<br><br>Jika mengalami batuk yang terus-menerus&comma; gangguan pernapasan atau sesak napas&comma; masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat&period;<br><br>Dinkes P2KB juga menekankan bahwa ancaman kabut asap tidak hanya perlu dihadapi dari sisi kesehatan&period; Pencegahan kebakaran hutan dan lahan menjadi bagian penting untuk mengurangi sumber asap&period;<br><br>Masyarakat diingatkan tidak membuka lahan dengan cara membakar karena kebakaran hutan dan lahan dapat memperburuk kualitas udara serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan&period;<br><br>Dengan kasus ISPA yang kembali naik menjadi sekitar 380 kasus&comma; masyarakat diminta tidak lengah&period; Pemantauan terhadap perkembangan kasus ISPA dan kondisi kualitas udara perlu terus dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan peningkatan gangguan kesehatan&period;&lpar;&ast;&rpar;<&sol;p>&NewLine;<div class&equals;"printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">&NewLine; <a href&equals;"&num;" rel&equals;"nofollow" onclick&equals;"window&period;print&lpar;&rpar;&semi; return false&semi;" title&equals;"Printer Friendly&comma; PDF & Email">&NewLine; <img class&equals;"pf-button-img" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;cdn&period;printfriendly&period;com&sol;buttons&sol;printfriendly-pdf-email-button&period;png" alt&equals;"Print Friendly&comma; PDF & Email" style&equals;"width&colon; 170px&semi;height&colon; 24px&semi;" &sol;>&NewLine; <&sol;a>&NewLine; <&sol;div>

admin

This website uses cookies.