<p class="wp-block-paragraph"><strong>NUNUKAN</strong>, <em>borderterkini.com</em> – Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Nunukan dalam beberapa hari terakhir memicu terjadinya tanah longsor di Kampung Tengah, Sei Lancang, Kelurahan Nunukan Selatan, Senin (1/6/2026).<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">Longsoran dengan panjang sekitar 15 meter dan tinggi mencapai 5 meter itu mengikis bagian lereng di tepi jalan. Material tanah yang runtuh menutupi sebagian badan jalan, meski hingga kini akses kendaraan masih dapat dilalui.<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Pelaksana BPBD Nunukan, Hasanuddin, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke lokasi setelah menerima laporan dari warga.<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">“Panjang longsoran kurang lebih 15 meter dengan tinggi sekitar 5 meter. Material tanah menutup tipis badan jalan, tetapi arus lalu lintas masih berjalan normal dan kendaraan masih bisa melintas,” kata Hasanuddin.<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, tidak ada korban jiwa maupun kerusakan rumah warga dalam peristiwa tersebut. Namun, BPBD menilai kondisi di lokasi masih berpotensi membahayakan apabila hujan deras kembali terjadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasanuddin mengungkapkan, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bagian atas lereng yang longsor minim vegetasi dan hampir tidak memiliki pohon berakar kuat yang dapat menahan pergerakan tanah.<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kalau melihat kondisi tanah di atasnya, tidak ada pohon penahan. Ini yang menjadi perhatian karena potensi longsor susulan cukup besar jika kembali turun hujan deras,” ujarnya.<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menjelaskan, curah hujan tinggi membuat struktur tanah menjadi jenuh air sehingga lebih mudah bergerak. Kondisi tersebut semakin diperparah oleh tidak adanya vegetasi yang berfungsi mengikat tanah.<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">“Pohon memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan lereng. Ketika vegetasi minim, tanah lebih rentan tergerus dan longsor saat menerima beban air hujan yang tinggi,” jelasnya.<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">BPBD mengimbau warga yang tinggal di sekitar lokasi untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun dalam waktu lama. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan baru, pohon miring, atau guguran material dari lereng.<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami minta warga tidak mengabaikan tanda-tanda awal longsor. Jika ada indikasi pergerakan tanah, segera laporkan agar bisa dilakukan penanganan lebih cepat,” tegas Hasanuddin.<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain warga sekitar, pengguna jalan yang melintas di kawasan Kampung Tengah juga diminta lebih berhati-hati, terutama pada malam hari dan saat cuaca hujan karena material longsoran susulan dapat terjadi sewaktu-waktu.<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">BPBD Nunukan akan terus memantau perkembangan kondisi di lokasi guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor lanjutan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat maupun mengancam keselamatan warga.<br></p>



<p class="wp-block-paragraph">“Untuk saat ini jalan masih aman dilalui. Namun kami tetap mengingatkan masyarakat agar waspada karena ancaman longsor susulan masih ada selama kondisi cuaca belum membaik,” pungkasnya. (*)</p>
<div class="printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">
 <a href="#" rel="nofollow" onclick="window.print(); return false;" title="Printer Friendly, PDF & Email">
 <img class="pf-button-img" src="https://cdn.printfriendly.com/buttons/printfriendly-pdf-email-button.png" alt="Print Friendly, PDF & Email" style="width: 170px;height: 24px;" />
 </a>
 </div>
This website uses cookies.