Categories: Nunukan

Lonjakan Deportasi PMI dan Beban Sosial Jadi Sorotan

Published by
admin

&NewLine;<p><strong>NUNUKAN<&sol;strong>&comma; <em>borderterkini&period;com<&sol;em> – Arus deportasi Pekerja Migran Indonesia &lpar;PMI&rpar; yang terus meningkat di wilayah perbatasan kembali menjadi perhatian serius dalam forum koordinasi lintas instansi yang digelar BP3MI Kaltara&comma; Rabu &lpar;22&sol;4&rpar;&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Tak hanya itu&comma; pemerintah daerah juga menyoroti dampak sosial yang ditimbulkan kini semakin kompleks dan tidak bisa lagi ditangani secara parsial&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Nunukan&comma; Suhadi&comma; menilai posisi Nunukan sebagai daerah transit membuat daerah ini menjadi titik pertama yang menerima dampak setiap gelombang deportasi dari luar negeri&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Nunukan ini bukan hanya daerah perbatasan&comma; tetapi juga pintu masuk&period; Ketika deportasi terjadi&comma; yang pertama menangani adalah daerah&period; Ini menjadi beban nyata yang harus dihadapi setiap waktu&comma;” tegasnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Menurutnya&comma; persoalan deportasi tidak berhenti pada proses pemulangan&comma; tetapi berlanjut pada pemenuhan kebutuhan dasar&comma; penanganan kesehatan&comma; hingga pencarian solusi ekonomi bagi para eks PMI&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Kita bicara tentang manusia yang pulang tanpa pekerjaan&comma; tanpa kepastian&comma; bahkan tanpa tempat tinggal&period; Ini tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja&comma;” lanjutnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Dari sisi pelindungan&comma; pejabat Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia&sol;BP2MI menegaskan bahwa penguatan sistem migrasi aman harus dimulai dari hulu&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Edukasi kepada calon pekerja migran dinilai menjadi kunci agar masyarakat tidak terjebak jalur ilegal&period; Pencegahan harus dimulai sebelum keberangkatan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Jika masyarakat memahami prosedur resmi&comma; maka risiko deportasi bisa ditekan&period; Namun realitas di lapangan menunjukkan tantangan yang tidak sederhana&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Dinas Sosial Nunukan melalui Kabid Rehabilitasi Sosial&comma; Yarius Pare Ruru&comma; mengungkap bahwa sebagian besar eks PMI yang kembali ke Nunukan tidak langsung pulang ke daerah asal&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Banyak yang akhirnya menetap sementara di Nunukan karena keterbatasan biaya dan akses&period; Ketika mereka sakit atau tidak produktif&comma; daerah yang harus menangani&comma;” katanya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Ia menambahkan&comma; sebagian eks PMI sebelumnya bekerja di sektor informal seperti budidaya rumput laut yang rentan terhadap fluktuasi pendapatan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Ketika harga turun atau kondisi fisik tidak memungkinkan&comma; mereka kehilangan sumber penghasilan&period; Di titik inilah masalah sosial mulai muncul&comma;” jelasnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Masalah kesehatan juga menjadi perhatian serius&period; Kepala Dinas Kesehatan Nunukan&comma; Miskia&comma; menilai mobilitas lintas negara membawa risiko penyakit menular yang tidak bisa dianggap remeh&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;PMI deportasi datang dari berbagai wilayah dengan kondisi kesehatan yang beragam&period; Skrining kesehatan harus diperkuat agar risiko penularan bisa dicegah sejak awal&comma;” tegasnya&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Ia menekankan bahwa ancaman malaria masih nyata di wilayah perbatasan dan membutuhkan sinergi lintas sektor&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Dari sektor swasta&comma; perusahaan penyalur tenaga kerja menyoroti sulitnya proses reintegrasi eks PMI ke dunia kerja dalam negeri&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Banyak mantan pekerja migran memiliki pengalaman kerja bertahun-tahun&comma; namun tidak memenuhi persyaratan administratif&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Keterampilan mereka diakui di luar negeri&comma; tetapi belum tentu diakui di dalam negeri&period; Ini menjadi ironi yang harus kita cari solusinya&comma;” ungkap perwakilan perusahaan&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Ia berharap ada kebijakan yang mengakomodasi pengakuan keterampilan berbasis pengalaman kerja&period;<&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Menanggapi berbagai masukan&comma; Kepala BP3MI Kalimantan Utara menegaskan pentingnya peran penjamin bagi PMI deportasi&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Penjamin harus memastikan keberlanjutan hidup PMI setelah kembali&period; Tidak boleh hanya berhenti pada proses kepulangan&comma;” katanya&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>Dari sisi keamanan&comma; Polres Nunukan menilai deportasi tanpa penyelesaian persoalan hukum berpotensi memicu keberangkatan ilegal berulang ke Malaysia&period;<br><&sol;p>&NewLine;&NewLine;&NewLine;&NewLine;<p>&OpenCurlyDoubleQuote;Jika akar masalah tidak diselesaikan&comma; siklus ini akan terus berulang&period; Pencegahan harus dimulai dari awal proses penempatan&comma;” tegas perwakilan kepolisian&period;&lpar;&ast;&rpar;<&sol;p>&NewLine;<div class&equals;"printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft">&NewLine; <a href&equals;"&num;" rel&equals;"nofollow" onclick&equals;"window&period;print&lpar;&rpar;&semi; return false&semi;" title&equals;"Printer Friendly&comma; PDF & Email">&NewLine; <img class&equals;"pf-button-img" src&equals;"https&colon;&sol;&sol;cdn&period;printfriendly&period;com&sol;buttons&sol;printfriendly-pdf-email-button&period;png" alt&equals;"Print Friendly&comma; PDF & Email" style&equals;"width&colon; 170px&semi;height&colon; 24px&semi;" &sol;>&NewLine; <&sol;a>&NewLine; <&sol;div>

admin

This website uses cookies.